DATA BMKG 17 Agustus 2019

Unsyiah Kukuhkan Tiga Profesor Baru

Unsyiah Kukuhkan Tiga Profesor Baru

HABADAILY.COM—Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali mengukuhkan tiga profesor dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Ketua Senat Unsyiah Prof Dr Said Muhammad MA, Jumat (3/5), di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh.

Mereka yang dikukuhkan adalah Prof Dr Azmeri ST MT (Fakultas Teknik), Prof Dr Ir Eka Meutia Sari Lubis MSc (Fakultas Pertanian), dan Prof Dr Abrar Muslim ST MEng (Fakultas Teknik).

Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng menyampaikan rasa bangganya dengan keberhasilan tiga profesor Unsyiah yang berhasil mencapai tingkat tertinggi di kepakaran keilmuan. Hingga saat ini, Unsyiah telah memiliki 61 profesor dengan jumlah terbanyak di Fakultas Teknik 14 orang disusul Fakultas Pertanian dengan 12 profesor. Unsyiah menargetkan menambah 85 profesor lagi untuk mencapai kuota 10 persen dari jumlah dosen keseluruhan seperti yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti.

“Unsyiah terus mempercepat pertumbuhan profesor, salah satunya dengan menambah signifikan pembiayaan untuk penelitian,” ujarnya.

Untuk itu, Rektor menaruh harapan besar kepada ketiga profesor baru ini untuk berkontribusi optimal bagi Unsyiah. Salah satunya memperbaiki peringkat jumlah publikasi ilmiah bereputasi Unsyiah melalui kepakaran yang mereka miliki saat ini.

Rektor menyebutkan Prof Dr Azmeri ST MT merupakan ahli di bidang ilmu mekanika fluida yang fokus pada bencana hidrometeorologi. Bidang kepakaran ini sangat dibutuhkan mengingat 95 persen bencana di Indonesia terhubung dengan hidrometeorologi. Pengembangan riset oleh Prof. Azmeri melalui penilaian perilaku aliran dan kerentanan banjir bandang. Menurut Rektor, ini memberikan harapan besar bagi masyarakat Aceh dan Indonesia untuk menemukan soluksi efektif penanggulangan bencana banjir bandang dan sejenisnya.

“Analisis lengkap Prof Azmeri sangat bermanfaat serta membantu dalam pengambilan keputusan yang akurat dalam rangka memitigasi risiko bencana banjir bandang di masa depan.”

Rektor Samsul Rizal juga mengapresiasi Prof Dr Ir Eka Meutia Sari Lubis MSc yang memiliki kepakaran di bidang sumber daya genetik ternak lokal Aceh. Kepakaran ini sangat relevan dengan kebutuhan Aceh saat ini, terlebih lagi Aceh memiliki potensi sumber daya genetik ternak lokal yang besar.

Rektor menambahkan, Prof Eka Meutia Sari telah berperan signifikan melakukan riset tentang keragaman sumber daya genetik ternak lokal di Aceh, seperti kerbau simeulue, kuda gayo, dan kerbau gayo. Ia menggunakan penanda molekur D-Loop untuk melahirkan temuan signifikan demi mendukung budidaya serta pengakuan ternak lokal Aceh.

“Hasil penelitian ini telah diajukan ke Menteri Pertanian RI dan setelah melalui proses panjang, akhirnya kerbau simeulue, kuda gayo, dan kerbau gayo ditetapkan sebagai rumpun ternak lokal oleh Menteri Pertanian.”

Rektor juga menyatakan kekagumannya kepada Prof Dr Abrar Muslim ST MEng yang memfokuskan dirinya meneliti tentang teknologi proses adsorpsi yang kemudian diaplikasikan dalam proses penyerapan ion logam berat di alam. Dalam penelitiannya, Prof Abrar Muslim memprioritaskan penggunaan limbah pertanian sebagai bahan dasar adsorben, sehingga limbah yang biasanya terbuang dapat memiliki nilai guna.

Prof Abrar juga telah berhasil mengembangkan metode baru untuk proses adsorpsi logam berat secara efektif dan efesien. Salah satunya penggunaan fasa padat cair tanpa injeksi gas nitrogen dalam aplikasi microwave heating (pemanasan gelombang mikro) selama aktivasi kimia. Selain itu, ia juga menggunakan ultrasonic wave (gelombang ultrasonik) pada aktivasi kimia karbon aktif dari kulit jengkol.

Dalam rapat terbuka tersebut, para profesor juga menyampaikan orasi ilmiahnya. Dimulai dari Prof Azmeri dengan judul orasi ‘Pengembangan Riset Bencana Hidrometeorologi Melalui Penilaian Perilaku Aliran dan Kerentanan Banjir Bandang’. Orasi kedua disampaikan oleh Prof Eka Meutia Sari Lubis dengan judul ‘Pemanfaatan Penanda Molekuler D-Loop dalam Mengindentifikasi Keragaman Sumber Daya Genetik Ternak Lokal Provinsi Aceh. Sementara orasi terakhir disampaikan Prof Abrar Muslim dengan orasi ‘Teknologi Proses Adsorpsi untuk Aplikasi Penyerapan Ion Logam Berat: Model Matematika, dan Preparasi Adsorben Berbahan Limbah Pertanian’.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru