DATA BMKG 12 Desember 2019

Menkes Beri Orasi Ilmiah di Dies Natalis FK Unsyiah Ke-37

Menkes Beri Orasi Ilmiah di Dies Natalis FK Unsyiah Ke-37

HABADAILY.COM—Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Prof Dr dr Nila Farid Moeloek Sp.M (K) memberikan orasi ilmiah dalam sidang terbuka dies natalis Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK Unsyiah) ke-37 di Aula Multi Purpose FMIPA Unsyiah, Sabtu (27/4).

Dalam penyampaiannya, Nila menegaskan jika saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai penyakit menular yang belum diselesaikan dengan maksimal. Penyakit itu seperti HIV, kusta, dan TBC. Bahkan untuk penyakit TBC, Indonesia menempati posisi ketiga di dunia sebagai negara yang memiliki pengidap tertinggi.

Sementara di Indonesia sendiri, Aceh termasuk salah satu provinsi merah yang memiliki penularan TBC tertinggi. Menurutnya, harus ada tindakan untuk mencegah agar penyakit ini tidak menular secara masif. Termasuk salah satunya dengan beretika santun saat batuk.

“Harus ada kesantunan dan etika saat batuk, salah satunya menggunakan masker agar kuman tidak berpindah ke orang lain,” tegasnya.

Nila juga mengapresiasi Pemerintah Aceh yang serius menyelesaikan kasus stunting. “Ini sejalan dengan semangat Pemerintah Indonesia yang ingin menyelesaikan kasus stunting secara nasional,” katanya.

Sebab, tambah Nila, stunting bila tidak dicegah dapat berdampak hilangnya kualitas dan produktifitas, sehingga menjadi ancaman bagi generasi Indonesia di masa depan. Untuk itu, dibutuhkan kerja keras bersama untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk dengan mengoptimalkan pola asuh anak, pola makan, serta pembenahan sanitasi dan air bersih.

Ia juga mengajak kepada tenaga kesehatan untuk selalu melayani serta aktif mendampingi masyarakat agar dapat menerapkan hidup sehat. “Tenaga kesehatan harus terus meningkatkan kompetensi diri agar handal dan mampu melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengatakan harapan hidup masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan negara maju. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam beberapa tahun terakhir, angka harapan hidup orang Indonesia berkisar 70 tahun. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan harapan hidup di negara mapan, seperti Jerman, Jepang, atau Amerika. Bahkan di kawasan ASEAN, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan Vietnam.

Fakta ini menurut Rektor, menyiratkan masih banyak sisi yang harus dioptimalkan dari urusan kesehatan di Indonesia. Dan alumni Fakultas Kedokteran merupakan ujung tombak dari permasalahan ini. Rektor yakin lulusan dari FK Unsyiah mampu menjawab semua tantangan ini. Sebab menurutnya, alumni FK Unsyiah berasal dari mahasiswa yang terseleksi dengan kompetensi tertinggi setiap tahunnya. “Unsyiah berkomitmen tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi lulusan kedokteran. Komitmen dan usaha itu telah berbuah hasil dengan nilai akreditasi terbaik bagi fakultas ini,” pungkas Rektor.

Kegiatan ini turut dihadiri Wali Nanggroe, Forkopimda Aceh, para wakil rektor dan dekan, serta ratusan mahasiswa Unsyiah.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru