DATA BMKG 18 Agustus 2019

Keceriaan Anak Pemulung Dapat Belajar Bahasa Inggris dan Komputer Secara Gratis

Keceriaan Anak Pemulung Dapat Belajar Bahasa Inggris dan Komputer Secara Gratis

HABADAILY.COM—Setiap Sabtu sore, puluhan anak usia SD hingga SLTA mengikuti pendidikan Bahasa Inggris dan Komputer di sekolah alam, kawasan Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh. Kecerian terpancar dari wajah mereka saat mengikuti pendidikan gratis yang dilaksnakan Komunitas University Student Goes to Children (U.S Goes to Children) itu.

“Program ini kami gelar setiap Sabtu sore, dan telah terlaksana sejak Februari 2019 lalu,” kata Riki Muhamanda, pendiri sekaligus Ketua Komunitas University Student Goes to Children, Sabtu (23 Maret 2019), di sela-sela kesibukannya membimbing para anak didik.

Uniknya, pada program pengajaran komunitas tersebut, anak-anak tidak diajarkan oleh 1 atau 2 guru relawan, melainkan rata-rata lebih dari 15 relawan yang mengajar pada setiap pertemuannya. Bahkan, pada pertemuan yang diselenggarakan Sabtu (23/3),  pengajarnya mencapai 47 orang. Mereka merupakan mahasiswa volunteer yang diterjunkan untuk mengajar pendidkan komputer kepada sekira 50 anak didik yang hadir. “Mereka mayoritasnya ialah anak pemulung,” sebut Riki.

Dalam membimbing dan mengajarkan para siswa, setiap guru volunteer membawa 1 laptop untuk kemudian diajarkan secara langsung terhadap satu anak didik. “Jadi, setiap anak mendapatkan giliran penuh selama kurang lebih 1 jam 15 menit untuk menikmati pembelajaran komputer,” paparnya.

Riki Muhamanda mengaku sangat bahagia ketika melihat semua anak belajar dengan senang bersama para guru volunteer komunitasnya. “Kami juga sangat bahagia, sebab banyak warga atau orang tua siswa juga turut senang dan mendukung program komunitas kami,” katanya.

Meski demikian, Riki juga memiliki pengalaman pahit menyangkut perjalanan komunitas U.S Goes to Childrendari. Menurutnya, sangat banyak rintangan yang ia lewati bersama para anggotanya, terkhusus terhadap masalah pendanaan.Namun pihaknya tetap bersemangat dan bersikukuh untuk bersama-sama terus melanjutkan kontribusi terhadap kemajuan pendidikan anak bangsa.

“Dulu di 2015 saya memulai gerakan ini dengan hanya dibantu 6 teman satu jurusan saja. Lalu setiap semester berikutnya ketika kami berganti desa untuk melakukan pengajaran, saya merekrut teman-teman baru dari luar jurusan Bahasa Inggris Unsyiah. Sedikit demi sedikit, Alhamdulillah kami dapat penambahan guru volunteer,” papar mahasiswa FKIP Bahasa Inggris Unsyiah ini.

Masalah terbesar yang dihadapi pihaknya, sebut dia, ialah keuangan. “Bami butuh dana untuk membeli peralatan guna mendukung pembelajaran, mem-print modul, dan juga membeli hadiah untuk setiap pertemuan agar dapat terus memotivasi anak-anak untuk belajar,” ungkap Riki.

Karena itu, sejak 2015 hingga 2017  pihaknya mengadakan rapat setiap Minggu agar pada setiap rapat itu ada sesi sedekah atau donasi. “Jadi setiap rapat kami saling kumpul uang seadanya supaya pada Sabtu dan Minggu-nya saat mengajar, kami bisa memberikan mereka hadiah, print modul, sesekali beli minum dan gorengan, dll,” tambah Riki.

Saat ini, komunitas yang dicetus mahasiswa asal Aceh Selatan ini juga telah mengembangkan sayap hingga ke Sumatera Barat untuk melaksanakan program pengajaran. Total volunteer yang telah pernah bergabung bersama komunitas U.S Goes to Children, baik di Aceh maupun Sumatera Barat, dari awal hingga saat ini mencapai 400 orang dari kalangan mahasiswa berbagai kampus.

Selain itu, nama U.S Goes to Children sekarang juga sudah sangat dipertimbangkan di mata nasional, terbukti dengan terpilihnya Riki sebagai Koordinator Wilayah Sumatera pada Forum Mahasiswa Mengajar se-Indonesia yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya pada 2017 lalu. Bagitu juga pada 2018 di Universitas Gajah Mada, Riki terpillih lagi untuk menjabat di status yang sama.

“Harapan kami, dengan adanya program mengajar dari komunitas ini, semoga dapat membantu pemerintah dalam menangani masalah pendidikan yang masih belum terlalu merata di desa-desa,” harap Vida Yani, volunteer yang telah berkontribusi sejak 2016 di U.S Goes to Children.[]

 

Komentar
Baca Juga
Terbaru