Hasil Sitaan BPOM di Aceh, Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp1,2 M Dimusnahkan

Redaksi - habadaily
22 Mar 2019, 08:35 WIB
Hasil Sitaan BPOM di Aceh, Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp1,2 M Dimusnahkan

HABADAILY.COM—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memusnahkan produk obat dan makanan ilegal senilai Rp1,2 miliar lebih. Barang-barang tersebut merupakan hasil temuan pihaknya di Aceh sepanjang tahun 2018 lalu.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito menyebutkan, pemusnahan itu dilakukan pada obat dan makanan yang tanpa izin edar dan/atau tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu. “Obat dan makanan ilegal yang dimusnahkan tersebut adalah hasil temuan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh pada 2018,” katanya dalam siaran pers.

Dia merincikan, produk yang dimusnahkan terdiri dari 580 item (36.849 kemasan) obat, 818 item (24.292 kemasan) kosmetik, 18 item (433 kemasan) pangan, 240 item (131.187 kemasan) obat tradisional/suplemen kesehatan. “Total keseluruhan barang-barang yang dimusnahkan pada Rabu, 20 Maret 2019, tersebut mencapai 1.656 item atau 192.761 kemasan,” sebut Penny.

Menurut dia, total produk yang dimusnahkan itu bila dirupiahkan bisa mencapai Rp12 miliar lebih. Kondisi tersebut menunjukkan masih  maraknya peredaran produk ilegal atau substandar di Banda Aceh. “Hal ini tentu saja menuntut Badan POM untuk terus meningkatkan kinerjanya dan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan lintas sektor untuk memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan,” katanya.

Karena itu, Penny mengajak pemerintah dan masyarakat Aceh untuk bekerja sama dengan pihaknya dalam memberantas produk ilegal atau substandar di Aceh. “Sekarang, masyarakat Aceh juga bisa  memanfaatkan kehadiran Kantor POM di Aceh Selatan dan Kantor POM di Aceh Tengah untuk bersinergi memberantas peredaran obat dan makanan ilegal yang berisiko terhadap kesehatan,” tambah Penny.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk membeli produk yang legal. “Pastikan produk obat, makanan, dan kosmetik yang dibeli sudah teregistrasi BPOM. Ini penting diperhatikan, sehingga betul-betul aman tidak mengandung produk bahaya," pesan Penny.

Bila tidak melalui registrasi BPOM, lanjut dia, masyarakat tentu tidak mengetahui kandungan di dalam produk yang dibeli tersebut. “Bila tidak teregistrasi BPOM, banyak yang mengandung bahan berbahaya. Pada kosmetik misalnya, sering ditemukan produk yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, dan sebagainya," tegasnya mengingatkan.[]

Loading...