FKP Unsyiah Gelar Diskusi Penguatan Poros Maritim

Redaksi - habadaily
15 Mar 2019, 00:23 WIB
FKP Unsyiah Gelar Diskusi Penguatan Poros Maritim

HABADAILY.COM— Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP Unsyiah) menggelar Seminar dan Diskusi Poros Maritim Nasional ke-2 di Gedung AAC Dayan Dawood, Kamis (14/3). Seminar yang diikuti seribuan mahasiswa itu mengangkat tema ‘Penguatan Konsep Poros Maritim untuk Kemakmuran Bangsa dan Negara’.

Wakil Rektor I Unsyiah Bidang Akademik, Prof Dr Ir Marwan mengatakan kondisi maritim Aceh tergolong cukup potensial, karena didukung oleh kondisi geografis, historis, serta sosial budaya di Aceh. “Aceh memiliki garis pantai sepanjang 1.660 km dan luas perairan laut mencapai 295.370 km²,” katanya.

Secara geografis, lanjut Prof Marwan, posisi laut Aceh sangat strategis, dikarenakan menjadi salah satu pintu masuk utama Indonesia serta belahan dunia timur, khususnya bagi pelaku ekonomi dari barat yang berasal dari India, Timur Tengah, Afrika, hingga wilayah Eropa.

"Perairan Aceh saat ini tidak hanya strategis untuk kegiatan manusia, perairan Aceh juga merupakan jalur migrasi yellowfin tuna dan tongkol di dunia yang komoditas ikan tersebut dapat mencapai 1,8 juta ton per tahun," katanya.

Dia menambahkan, Aceh menjadi salah satu provinsi di Sumatra yang memiliki pelabuhan perikanan dengan level pelabuhan samudera yang berkapasitas 300-400 ton. Bahkan, Aceh  juga dinobatkan sebagai salah satu poros maritim wilayah barat Indonesia.

Namun, menurutnya, segala potensi ekonomi ini tidak akan optimal jika tidak didukung infrastruktur yang memadai. Salah satu fasilitas pelabuhan yang masih minim yaitu ketersediaan gudang dan crane, khususnya di pelabuhan Malahayati, dan Krueng Geukeuh Lhokseumawe. Selain itu, sebagian besar pelaku usaha kemaritiman, khususnya pengusaha pelayaran barang (freight) masih menilai pelayaran ke Aceh tidak cost effective.

“Kita membutuhkan pedoman lengkap untuk tata ruang pengelolaan kemaritiman di Aceh. Dan Unsyiah siap berkontribusi dalam pengembangan dan pengelolaan potensi maritim Aceh atau Indonesia. Terlebih lagi kita memiliki Fakultas Kelautan dan Perikanan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Dr Rokhim Dahuri yang menjadi pemateri mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi kelautan yang sangat besar. Walaupun saat ini, potensi tersebut belum semuanya digarap dengan maksimal.

Menurutnya, dibutuhkan inovasi iptek dan manajemen professional agar keunggulan ini dapat ditransformasi menjadi keunggulan kompetitif dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terlebih lagi, potensi ekonomi kelautan Indonesia mampu menyerap begitu banyak lapangan kerja. Untuk itu, ia berharap semua elemen termasuk dunia pendidikan dapat memberikan sumbangsih berarti agar potensi ini dapat digarap dengan baik.

“Memajukan bangsa itu ada dua, yang pertama mengeluarkan jurus (potensi) terbaiknya dan kedua saling bekerja sama untuk membangun,” pesan pakar kelautan dan perikanan ini.

Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri tim kerja poros maritim Oggy Haryanto, Deputi Bidang Kemaritiman dan SDA Dr Ir Arifin Rudiyanto Msc, dan Dekan FKP Unsyiah Prof Muchlisin ZA.[]

Loading...