DATA BMKG 18 Agustus 2019

Di Banda Aceh Siswa Hafidz Qur'an Bebas Memilih Sekolah

Di Banda Aceh Siswa Hafidz Qur'an Bebas Memilih Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh, Saminan |FOTO:HABADAILY.COM/IST

HABADAILY.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, menyampaikan bahwa bagi siswa yang mampu menghafal Al-quran diberikan prioritas utama untuk memilih sekolah sesuai kemauannya.

"Terhadap siswa yang mampu menghafal Al-quran sesuai yang sudah ditentukan tersebut, maka ia diberikan prioritas utama untuk memilih sekolah sesuai kemauannya," Kata kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Saminan, Senin (21/01/2019) di Banda Aceh.

Kata Saminan,pihaknya sudah membentuk tim yang berasal dari Perguruan Tinggi yang berjumlah sembilan orang dan sudah turun ke sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah.

"Selama ini untuk siswa tingkat SD diharapkan setelah selesai SD minimal dia mampu menghafal tiga juz Al-quran, sedangkan tamat SMP minimal hafal lima juz.Sistem zonasi diwilayah kota Banda Aceh sudah berlaku sejak tahun 2012 silam," Akunya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum Marwan Fikri, mengatakan, pihaknya sudah mengikuti rombongan wali kota ke kuningan untuk melihat program karantina Al-quran sebulan, dan ketika pulang dari sana pihaknya juga sudah membuat program untuk menyeleksi ulang guru-guru.

“Pendidikan diniyah yang sudah ada, pada dasarnya mereka mengajar fiqih, tarikh dan uswatun hasanah, karena menyahuti program Wali Kota dimana disetiap masjid ada imam yang hafiz, kita juga ingin mengajak masyarakat khususnya siswa di sekolah dan juga gurunya untuk menjadi hafiz.” Sebut Marwan.

“Dan ini sudah mulai kita jalankan sejak tahun 2018 kemarin, namun karena ini dalam konteks pendidikan juga tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Mungkin lima atau sepuluh tahun kedepan baru nampak, akan tetapi kita terus dorong dan semangati hingga kita berikan motivasi, seperti misalnya kita gelar lomba tahfiz.” Tambah Marwan.

Untuk zona memang berlaku reguler, ketika seorang anak memiliki keistimewaan maka kemana saja dia bisa masuk, misalnya sianak hafiz Al-quran maka dia bebas memilih sekolah manapun yang dia mau karena sebab prestasinya.

Di tempat terpisah kepala UPTD Tekkomdik Kota Banda Aceh Nurkhalis, menyebutkan, zonasi tahun ini jauh lebih ketat dibanding tahun yang lalu.

Dikatakannya, Sebenarnya jika kita melihat peraturan Mentri tidak begitu jauh perbedaan, hanya saja sanksinya yang lebih ketat. Pemerintah kabupaten/kota diharuskan menerapkan Permendikbud itu untuk diimplementasikan di kabupaten/kota masing-masing.

“Pihak kementrian melakukan zona tersebut agar tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit, kalau tahun lalu tidak ada sanksi yang diberikan kepada kabupaten/kota sedangkan tahun ini sanksi tersebut mulai diberlakukan,” pungkasnya. (Sbr/**)

Komentar
Baca Juga
Terbaru