DATA BMKG 24 Agustus 2019

Tsunami Besar 'Satukan' Dua Kota

Tsunami Besar 'Satukan' Dua Kota

Ilustrasi tsunami

HABADAILY.COM – Tsunami besar yang melanda dua kota pada dua negara berbeda, membuat kedua kota itu saling berbagi pengalaman tentang mitigasi. Sikap saling mengisi tersebut, kini berlanjut ke tahap rekontruksi untuk pembangunan kedua kota tersebut.

Adalah Kota Banda Aceh dan Kota Higashimatsushima, Jepang. Seperti diketahui, Kota Banda Aceh diterjang tsunami pada 26 Desember 2004, sementara Kota Higashimatsushima dilanda tsunami pada 11 Maret 2011. Ratusan ribu nyawa meninggal dalam peristiwa itu.

Pengalaman musibah dahsat ini, melalui proyek CoMU telah menyatukan kedua kota itu dalam mengembangkan berbagai model aksi untuk mitigasi dan literasi bencana untuk masa mendatang. Semua itu, untuk mendorong rekonstruksi dan pembangunan di kedua kota.

Sementara untuk tahap dua, kedua kota ini kembali memperdalam pencapaian program tahap sebelumnya dan fokus pada tiga bidang kegiatan meliputi perikanan, tanaman gampong dan mitigasi bencana. Tahap dua itu sendiri telah dimulai sejak tahun 2016.

“Kegiatan yang dilaksanakan yakni mempromosikan kegiatan ekonomi bidang perikanan, pertanian dan bisnis masyarakat dengan cara membina masyarakat agar mandiri dan saling membantu di tingkat komunitas,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman pada pertemuan dengan Wali Kota Higashimatsushima, Iwao Atsumi, Selasa (25/12/2018) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh.

“Proyek ini juga mendukung proses pengembangan kapasitas organisasi dan kepemimpinan masyarakat, mendorong mereka untuk memanfaatkan pengalaman dalam bekerjasama dalam upaya rekonstruksi masyarakat yang lebih luas,” ujarnya lagi.  

Aminullah menambahkan, peningkatan kerjasama yang lebih fokus di sektor perekonomian bertujuan untuk menurunkan angka pengangguran yang hingga kini masih tercatat 7,5 persen dan tingkat kemiskinan 7,3 persen dari jumlah penduduk Banda Aceh.

“Harapan kita kerjasama ini terus ditingkatkan mengingat Banda Aceh masih sangat butuh perhatian dan bantuan. Kita ingin fokus pada sektor perekonomian, pariwisata, perikanan dan kelautan, mitigasi bencana serta bidang lingkungan dan kebersihan,” katanya, sembari menyebut hasil alam, wisata, budaya yang dimiliki kota Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Higashimatsushima Iwao Atsumi juga menyampakan kemajuan di di Kota Banda Aceh dan Higashimatsushima pascatsunami. Menurutnya, budidaya tiram di Higashimatsushima juga telah dikembangkan di Banda Aceh.

Harapannya, apabila memiliki hasil yang baik, maka tiram-tiram tersebut dapat diekspor dan ini juga akan memberikan dampak yang baik bagi perekonomian masyarakat kota Banda Aceh yang sumber pendapatannya dari melaut.

Selain tiram, di Kota Higashimatsushima juga membudidayakan rumput laut sebagai salah satu penghasilan masyarakat. “Diharapkan ini juga dapat dikembangkan oleh warga Banda Aceh. Hasil rumput laut dengan kualitas yang baik dapat diekspor ke Jepang,” kata Iwao Atsumi.

Iwao juga menyampaikan harga bunga anggrek di Jepang yang begitu mahal. Banda Aceh, tambahnya, bisa saja merebut pasar tersebut apabila mampu memproduksi bunga anggrek dengan kualitas bagus untuk diekspor ke Jepang. [jp/ril]

Komentar
Baca Juga
Terbaru