Tsunami Hantam Banten, Facebook Aktifkan Fitur Safety Check

Redaksi - habadaily
23 Des 2018, 11:47 WIB
Tsunami Hantam Banten, Facebook Aktifkan Fitur Safety Check

HABADAILY.COM - Pesisir pantai Banten diterjang tsunami setinggi 0,9 meter, Sabtu (22/12/2018) malam. Terkait bencana ini, Facebook pun sigap menyertakan informasi bencana di fitur Crisis Response dan Safety Check

Fitur ini sejatinya memungkinkan pengguna yang berada di sekitar wilayah terdampak bencana, memberitahukan informasi dan kondisi terkini di sekitaran area tersebut. Teman yang terhubung lewat Facebook juga bisa memantau lewat halaman Crisis Response

Untuk mengaksesnya, pengguna bisa login ke Facebook, lalu di halaman utama klik "See More" di sebelah kiri deretan menu.

Setelah dibeberkan beberapa menu lainnya, pilih "Crisis Response". Di halaman ini, pengguna bisa melihat beberapa bencana terkini, termasuk bencana tsunami yang melanda Banten malam tadi. 

Setelah tiba di halaman Crisis Response, pilih postingan "The Tsunami near Sunda Strait, Indonesia". 

Di situ akan tampil halaman beranda Crisis Response tsunami Banten. Di sini, pengguna bisa melihat informasi dan fakta terkini dari beberapa situs berita daring terkait bencana tsunami Banten, sekaligus rangkuman bencana.

Safety check 

Selain berita, facebook juga mengaktifkan Safety Check. Pengguna Facebook yang berada di lokasi sekitar Banten dan Anyer akan menerima notifikasi apakah mereka aman dari bencana tsunami atau tidak. 

Update kondisi itu ditampilkan di fitur "Friends in Area" di menu Crisis Response. Fitur ini berguna untuk mengetahui apakah kerabat pengguna di Facebook yang berada di area bencana selamat atau tidak, berdasarkan lokasi. 

Baca: Pemain Bass Band Seventeen Meninggal Dunia Setelah Diterjang Tsunami

Jika pengguna ingin menanyakan keadaan kepada temannya yang ada di daerah tersebut, klik tombol "Ask if Safe" dan nantinya akan disampaikan ke kerabat tersebut lewat notifikasi.

Ada pula menu "Support" untuk menggalang bantuan sesama pengguna Facebook mulai dari kebutuhan pokok, seperti makanan dan pakaian, hingga tempat tinggal.

Sebelumnya, Facebook sendiri sudah kembangkan fitur serupa yakni Safety Check. Fitur ini memang dikembangkan oleh Facebook sebagai sistem informasi darurat saat terjadi bencana, seperti gempa bumi atau banjir.

Fitur tersebut diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 2014. Kala itu, Facebook menyatakan terinspirasi dengan peristiwa bencana gempa bumi yang menimpa Jepang di tahun 2011.

Tsunami Banten dan Anyer 

Gelombang tinggi menerjang pesisir Serang pada Sabtu (22/12/2018) malam, menyebabkan sejumlah kerusakan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang itu merupakan tsunami. 

Baca: Australia Terbitkan Travel Warning ke Indonesia, Ada Apa?

BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu pukul 21.27 WIB. 

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang. 

Meski menyatakan tsunami, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada aktivitas seismik di sekitar lokasi gelombang tinggi. 
"Jadi masih belum jelas penyebabnya. Apakah mungkin karena aktivitas Krakatau? Kita belum tahu," katanya saat dihubungi Kompas.com. 

Baca: BMKG Akui Alat Seismometer Gunung Krakatau Rusak

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

Tsunami sendiri bisa dipicu oleh beragam sebab, mulai dari aktivitas seismik, erupsi gunung berapi, jatuhnya asteroid, dan longsor bawah laut.[]

Sumber: Kompas.com

Loading...