DATA BMKG 24 Agustus 2019

Senyum Bocah Panton Labu Usai Mendapat Kaki Palsu

Senyum Bocah Panton Labu Usai Mendapat Kaki Palsu

Foto HND

HABADAILY.COM - Rahmad Maulana tersenyum sembari terus mengelilingi lapangan tengah kompleks Dinas Sosial Aceh. Bocah 11 tahun itu terlihat begitu semangat berjalan. Maklum saja, Rabu 14 November 2018, Rahmad menjadi salah satu penyandang disabilitas yang mendapat bantuan kaki palsu dari pemerintah daerah.

Rahmad merupakan warga Bukit Padang Panton Labu Aceh Utara. Dia selama ini terpaksa menjalankan aktivitasnya menggunakan dua tongkat sebagai penyangga. Kaki kanannya terpaksa diamputasi karena kanker tulang menyerangnya sejak bayi.

"Bawaan lahir ini bang," kata Rahmad, sembari terus mengelilingi lapangan tengah Dinsos Aceh tanpa lelah.

Sebelum mendapatkan kaki palsu, Rahmad mengaku cukup kesulitan beraktivitas. Jangankan untuk berjalan, dudukpun merasa sulit. “Tapi harus dilakukan, juga bermain bersama-sama teman di kampung,” kisah Rahmad.

Kini, Rahmad mengaku bahagia. Kaki kanannya yang hilang hingga sebatas paha, kini tersambung dengan "kaki" baru. Dia bahkan mengaku sudah agak lancar berjalan, "walaupun dibantu tongkat juga."

“Saya ingin berjalan normal, walaupun tak bisa berlari seperti teman-teman sebaya saya,” kata Rahmad lagi.

Rahmad menjadi penyandang disabilitas sejak dini. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya patah arang. Bocah berkulit sawo matang ini justru ingin menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya. Salah satu keinginannya adalah mengenyam pendidikan hingga sarjana.

Rahmad bukan satu-satunya penyandang disabilitas asal Aceh yang beruntung. Hari itu, ada 100 orang lainnya yang bernasib sama turut mendapat bantuan kaki dan juga tangan palsu dari Dinsos Aceh. Program pemberian kaki dan tangan palsu ini memang rutin dilaksanakan instansi pemerintah yang berkantor di kawasan Blang Padang, Banda Aceh tersebut.

“Tahun lalu diberikan kepada 100 penyandang disabilitas juga, sekarang juga 100. Semoga kedepan bisa kita ditingkatkan,” kata Kepala Dinas Sosial, Alhudri.

Tak hanya memberikan kaki dan tangan palsu. Beberapa waktu lalu, Dinsos Aceh juga menyalurkan 35 unit sepeda motor khusus untuk penyandang disabilitas dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh. "Mereka juga memiliki hidup yang sama seperti lainnya, makanya kita terus berupaya membantu mereka," kata Alhudri.

Alhudri menyebutkan, penderita disabilitas di Aceh kian bertambah setiap tahunnya. Saat ini saja, ada 1.000 lebih para penyandang disabilitas terdaftar di Dinsos Aceh. Alhudri mengatakan banyak faktor yang membuat daftar ini terus menunjukkan trend peningkatan.

“Paling banyak karena kecelakaan lalu lintas,” pungkas Alhudri.[boy]

Komentar
Terbaru