Suku Gayo Ada yang Berasal dari Thailand

Redaksi - habadaily
10 Agt 2018, 14:42 WIB
Suku Gayo Ada yang Berasal dari Thailand

HABADAILY.COM – Anjungan Kabupaten Aceh Tengah memamerkan sjeumlah fosil manusia purba berusia 4.400 hingga 7.400 tahun di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Lamprit, Banda Aceh.

Dari hasil penelitian yang dilakukan tahun 2009-2012 menyebutkan fosil-fosil ini merupakan cikal bakal masyarakat suku Gayo. Fosil-fosil ini ditemukan di Ceruk Mendale dan Goa Ujung Karang, Takengon.

Didekat fosil juga ditemukan perhiasan dari kulit kerang dan pecahan gerabah bercat merah yang gambarnya mirip gerabah dari Banchiang, Thailand.

Kini, sebagian replika fosil ini bisa disaksikan langsung di Anjungan kabupaten Aceh Tengah.

Koordinator Anjungan Aceh Tengah, Sumiyati mengatakan, hanya sebagian fosil saja yang bisa dipamerekan di anjungan, karena kondisi fosil yang tidak memungkinkan untuk dipindahkan dari Takengon ke Banda Aceh.

Dari hasil penelitian para arkeolog, sebut Sumiyati, bangsa Austronesia yang diperkirakan pernah bermigrasi ke Gayo atau wilayah Indonesia barat lain, antara lain, berasal dari Filipina dan Taiwan melalui Sulawesi.

Dengan temuan fosil manusia purba ini, pada periode 4.400 sebelum Masehi hingga 300 Masehi, diperkirakan ada manusia dari Thailand yang bermigrasi ke Gayo.

Fosil manusia purba terbaru yang ditemukan Balai Arkeologi Medan di Takengon diperkirakan mempunyai religi yang sama dengan fosil berusia 4.400 tahun sebelum Masehi yang ditemukan di Ceruk Mendale.

Hal ini tampak pada cara penguburan, yaitu kaki terlipat. Kedalaman penguburan 25 sentimeter dari permukaan tanah (di atas lapisan neolitik). Hingga saat ini, Balai Arkeologi Medan telah menemukan sembilan kerangka manusia purba di Takengon. Enam kerangka ditemukan di goa Ujung Karang, Takengon, dan tiga lain di sebuah ceruk di Mendale.

Selain bisa menyaksikan langsung sejarah fosil manusia purba ini, pengunjung Anjungan Kabupaten Aceh Tengah di arena Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 juga dimanjakan dengan aneka peninggalan sejarah dari kerajaan Linge, seperti bendera, stempel kerajaan, aneka senjata perang kerajaan dan yang pasti tidak ketinggalan adalah perlengkapan adat perkawinan .

“Di sini, pengunjung bisa memanjakan diri dengan berfoto dengan berlatar pelaminan yang memiliki warna yang cerah dan indah,” jelas Sumiyati, Jumat (10/8/2018).

Hingga hari ke enam pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh, tercatat 20 ribu pengunjung lebih telah menyambangi anjungan Kabupaten Aceh Tengah ini.

“Kami sangat senang antusias warga terbilang tinggi berkunjung ke anjungan kami, bahkan sampai-sampai petugas terpaksa memberlakukan buka tutup pintu masuk anjungan untuk mengatur pengunjung agar tidak membludak di dalam anjungan,” ujar Sumiyati.

Hery Romel (45), seorang pengunjung asal Sumatera Utara mengaku sangat tertarik berkunjung ke anjungan Kabupaten Aceh Tengah. “Awalnya penasaran seperti ada fosil yang ditemukan, dan setelah melihatnya sangat terasa kebesaran sejarah yang ada, menarik berkunjung ke arena PKA di Aceh ini,” jelas Hery.[acl/rilis]

Loading...