Lumpur Ajaib untuk Kesehatan di Serambi Mekkah

Afifuddin Acal - habadaily
25 Jun 2018, 14:09 WIB
Lumpur Ajaib untuk Kesehatan di Serambi Mekkah

HABADAILY.COM – Banyak orang beranggapan lumpur benda kotor, jorok bahkan terkesan menjijikkan. Padahal ada lumpur yang berguna untuk kesehatan. Lumpur abu vulkanik yang dimuntahkan oleh letusan gunung berapi ternyata memiliki khasiat memulihkan berbagai penyakit yang menakutkan.

Seperti masker wajah yang bisa menormalisasi oksigen dalam sel kulit, penyembuhan otot kaku, nyeri sendi, rematik  dan sejumlah produk kesehatan lainnya. Seperti detoksifikasi, obat kanker hingga bisa untuk pengobatan stroke.

Di luar negeri abu vulkanik ini sudah lama dipergunakan banyak orang dan sangat diminati untuk produk kesehatan, terutama produk kosmetik untuk kesehatan kulit. Sedangkan di Aceh tergolong terlambat dan hingga sekarang masih awam penggunaan lumpur abu vulkanik untuk kesehatan.

Di Korea Selatan produk kesehatan yang terbuat dari lumpur abu vulkanik sudah jauh lebih dulu dikenal. Bahkan mereka mandi dengan lumpur abu vulkanik, tentu harus merogoh kocek yang banyak. Demikian juga di sejumlah negara lainnya, sudah dijadikan lumpur abu vulkanik untuk produk kecantikan dan kesehatan.

Mengingat di Aceh memiliki banyak bahan baku yang tersedia. Bahkan di salah satu kecamatan di Kabupaten terdapat 80 hektar lebih terdapat lumpur yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Bahan baku yang melimpah, ternyata belum dipergunakan dengan baik oleh masyarakat Aceh.

Tentu ini soal pengetahuan masyarakat – yang belum teredukasi penggunaan lumpur abu vulkanik untuk kesehatan. Atas dasar itulah, seorang mantan elit kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Yahya Muaz berhenti dari hiruk pikuk perpolitikan, fokus melakukan pengembangan bisnis lumpur abu vulkanik.

Ia mulai terpincut memanfaat lumpur abu vulkanik itu pada tahun 2013 lalu. Ia bersama tim mulai melakukan riset dan mulai merintis pengembangan lumpur ajaib yang bisa mengobati beragam penyakit.

Yahya Muaz tentunya tidak sendiri, dengan latar belakang disiplin ilmu sebagai mantan kombatan, hanya paham berperangan saat Aceh konflik dulu. Ia dibantu oleh seorang profesor dari kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), yaitu Prof Musri Musman ketua tim penelitian. Seluruh biaya penelitian ditanggung oleh Yahya Muaz dan sudah menghabiskan dana miliaran rupiah.

“Saya berhenti berpolitik. Saya fokus kembangkan usaha ini sekarang dibantu oleh Prof Musri dari Unsyiah yang melakukan penelitian,” kata Yahya Muaz, Sabtu (23/6).

Yahya Muaz menceritakan awal mula jatuh hati untuk mengembangkan lumpur abu vulkanik menjadi produk kesehatan di Aceh. Bermula Wali Nanggroe Aceh, Alm Tgk Muhammad Hasan Ditiro memberikan buku grand master pembangunan Aceh.

Dalam buku grand master itu ia menemukan banyak hal, termasuk sumber daya alam tentang lumpur abu vulkanik yang bisa dijadikan produk kesehatan. Saat itulah, ia mulai mempelajari dan berkonsultasi pada ahli geologi, yaitu Prof Musri, seorang akademisi dari Unsyiah.

“Kalau saya mana paham, saya tidak sekolah di bidang itu, saya dulu kan lari karena konflik,” jelasnya.

Sejak tahun 2013, Yahya Muaz dibantu Prof Musri yang pernah sekolah hingga ke Jepang, Korea dan New Zailand mulai melakukan penelitian lebih lanjut dan langsung menuju ke lokasi bahan baku. Ternyata Profesor itu juga sudah melakukan penelitian sejak tahun 1981 tentang keberadaan lumpur abu vulkanik tersebut di Aceh.

Yahya Muaz menyebutkan, dalam buku grand master yang diberikan oleh Alm Tgk Muhammad Hasan Ditiro, dijelaskan di Aceh banyak memiliki Sumber Daya Alam. Seperti emas, tembaga, biji besi, minyak dan sejumlah kekayaan alam lainnya, termasuk keberadaan bebatuan bentonit yang memiliki khasiat untuk masker kesehatan yang bisa mengobati berbagai penyakit.

Namun Yahya Muaz enggan menyebutkan titik kawasan yang banyak terdapat lumpur abu vulkanik yang menjadi bahan baku untuk berbagaimacam produk kosmetik dan kesehatan.

Bentonit juga terdapat di bekas laut mati di Israel. Sebut Yahma Muaz mulai berkisah atas keberadaan lumpur berkhasiat untuk kesehatan. Bentonit tergolong kelas mineral dan itu juga terdapat di bekas tempat tenggelam umat nabi Luth masa lalu di Israel, ada bebatuan yang berguna untuk kesehatan manusia.

Seperti dikutip dari wikipedia.org, bentonit terbentuk dari transformasi hidrotermal abu vulkanik, yang mayoritas komponennya tergolong ke dalam kelas mineral smektit (struktur lembaran), yaitu montmorillonit. Mineral lain yang tergolong ke dalam smektit adalah hektorit, saponit, beidelit dan nontronit

Provinsi paling ujung barat Indonesia ini masuk dalam wilayah cicin api, rawan terhadap gempa tektonik. Selain itu Serambi Mekkah ini juga terdapat sejumlah gunung berapi yang aktif, seperti di Seulawah Agam, Seulawah Inong di Aceh Besar, gunung Burni Telong di Bener Meriah dan sejumlah gunung berapi aktif lainnya.

Ratusan tahun silam Aceh pernah terjadi letusan gunung berapi. Tentunya ada banyak abu vulkanik tersebar. Setelah ratusan tahun, abu vulkanik itu menjadi lumpur ajaib yang bisa dipergunakan untuk kepentingan kesehatan manusia.

“Jadi termasuk di Aceh ini ada juga gunung-gunung yang meletus (abu vulkanik) dulu ratusan tahun kemudian dia menjadi obat, tetapi kalau baru meletus jadi racun,” jelasnya.

Setiap gunung berapi yang pernah meledak. Di sekitar kawasan itu terdapat tanah yang subur. Kesuburan tanah itu dari abu vulkanik yang dimuntahkan saat terjadi erupsi. Tentunya tanaman apapun yang ditanam akan tumbuh subur.

Mulanya Yahya Muaz tidak mengetahui lumpur abu vulkanik itu bisa menjadi obat terapi kesehatan. Justru ia hanya mempergunakan lumpur abu vulkanik itu sebatas dijadikan untuk pupuk.

Setelah ia berkonsultasi dengan Prof Musri, baru ia sadar bahwa ada banyak manfaat lainnya untuk kesehatan dari lumpur abu vulkanik tersebut.

Setelah rangkaian penelitian yang dilakukan oleh ahli. Yahya Muaz mulai memproduksi secara terbatas produk kesehatan yang terbuat dari lumpur abu vulkanik. Diproduksi secara terbatas, karena hingga saat ini baru mendapatkan 11 perizinan dari 15 perizinan yang harus dilengkapi.

“Sekarang masih ada beberapa perizinan masih sedang kita urus,” tegasnya.

Yahya Muaz pun menceritakan ada yang telah sukses sembuh dari penyakit setelah menggunakan lumpur abu vulkanik ini. Yahwa Muaz menyebutkan, ada seorang penderita kanker rahim menggunakan lumpur abu vulkanik hasil racikannya, hingga dinyatakan sembuh total.

Lalu ada juga yang menderita kanker payudara, menggunakan secara rutin lumpur abu vulkanik itu hingga sembuh tanpa harus menjalani operasi. Termasuk penderita diabetes yang sudah luka. Lalu dibalut dengan lumpur abu vulkanik selama satu minggu, akhirnya dia sembuh.

“Awalnya sudah harus dipotong kaki (amputasi), tetapi alhamdulillah sembuh dengan lumpur itu, tak perlu dipotong kaki,” jelasnya.

 

Menghasilkan Air Alkali

Lumpur abu vulkanik itu tidak hanya bisa menghasilkan pupuk, obat-obatan dan kosmetik kesehatan. Ternyata juga bisa menghasilkan air mineral dari proses penyaringan dari lumpur abu vulkanik yang telah dilicinkan itu.

Berdasarkan penelitian yang dibantu oleh Prof Musri, sebutnya, air mineral yang dihasilkan dari proses penyulingan ini disebut dengan super air mineral. Setelah disuling langsung bisa diminum dan memiliki banyak khasiat, seperti melancarkan metabolisme tubuh atau sering disebut dengan detoksifikasi.

Seperti dilansir wikipedia.org, detoksifikasi (bahasa Inggris: detoxification, detox) adalah lintasan metabolisme yang mengurangi kadar racun di dalam tubuh, dengan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toksin.

Air hasil penyulingan dari lumpur abu vulkanik ini mengandung pH di atas 8, sedangkan asam (basa) di bawah 7. Biasanya pH air hanya 6 sampai 7. Namun ini memiliki pH jauh lebih tinggi dan air ini dikenal dengan sebutan sebagai air alkali.

Air alkali dipercaya bisa menetralkan dan menghancurkan racun dalam tubuh manusia, menurunkan asam lambung, memperlambat tumbuhnya sel kanker, kesehatan tulang, karena mengandung bikarbonat dan kalsium tinggi bisa meningkatkan kekuatan tulang manusia.

Yahya Muaz menyebutkan, proses penyulingan air super mineral ini menggunakan belanga yang terbuat dari tanah. Lalu lumpur abu vulkanik yang telah dilicinkan dimasukkan dalam belanga tanah tersebut, kemudian diendapan hingga air menetes dari pori-pori belanga tanah tersebut.

Tidak ada lubang apapun belanga tanah tempat penyulingan tersebut. Air akan menetes dari pori-pori belanga yang terbuat dari tanah. Memang dengan menggunakan secara tradisional ini, membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa mendapatkan satu liter air. Namun semua proses ini tanpa menggunakan zat kimia apapun.

“Proses penyaringannya dengan menggunakan tempat yang terbuat dari tanah liat. Lumpur itu yang sudah dilicinkan diendapkan hingga air menetes dari pori-pori tempat itu yang terbuat dari lumpur,” jelasnya.

Air mineral alkali ini, selain berkhasiat seperti disebutkan di atas, ternyata juga bisa untuk menurunkan berat badan. Yahya Muaz sendiri mengaku telah berhasil menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi air super mineral itu.

“Dulu berat badan saya 105 kilogram, sekarang tinggal 90 kilogram, ini sudah melalui penelitian,” tegasnya.

Proses produksi, saat ini Yahya Muaz masih mempergunakan peralatan yang masih tradisional dan belum canggih. untuk proses melicinkan lumpur abu vulkanik itu, dia masih menggunakan mesin pelicin yang hanya berkapasitas 7 kilogram bebatuan berkas erupsi gunung berapi.

“Kalau secara gelondongan dengan mesin yang besar bisa 150 kilogram, tetapi kita belum ada alatnya,” imbuhnya.

 

Manfaat untuk Kesehatan

Lumpur abu volkunik itu mengandung mengandung potasium, sodium, bromine, salicylic dan kalsium cukup bermanfaat untuk kesehatan manusia. Seperti menormalisasi oksigen dalam sel kilit, menguatkan otot, melancarkan sirkulasi dara, menghaluskan kulit, menghilangkan bau keringat dan sejumlah khasiat lainnya.

Yahya Muaz menjelaskan, potasium bermanfaat untuk menstabilkan kinerja jantung, sistem pencernaan, kinerja ginjal hingga bisa mengontrol asal klorida dalam lambung.

Sodium memperkuat otot, hilang nyeri pada sendi, kram, menormalkan tenakanan darah dan memperkuat tulang. Sedangkan salicylic bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan juga bisa mengurangi kulit keriput. Lalu manfaat dari bromine bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan bisa meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.

“Sedangkan kalsium kan bisa memperkuat tulang, gigi dan bisa terhindar dari ancaman tulang keropos,” jelasnya.

Harganya pun dipasarkan secara terbatas di Aceh relatif murah. Untuk paket lumpur satu kilogram dibandrol Rp 200 ribu. Ada juga paket 300 gram hanya Rp 50.000 dan ada 150 gram dibandrol Rp 25.000. saat ini, Yahya Muaz mengaku masih memasarkan hanya di Aceh secara terbatas.

“Untuk keluar Aceh nantinya akan berbeda harganya,” tukasnya.

Alasan Yahya Muaz belum memproduksi secara massal karena ada 4 perizinan yang masih sedang diurus. Perizinan itu dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Stantar Nasional Indonesia (SNI) dan izin ekspor.

Kata Yahya Muaz, semua itu butuh modal besar untuk mendapatkan izin tersebut. Namun, ia bertekat akan kembangkan produk kesehatan ini, karena di Aceh banyak terdapat bahan bakunya.

Apa lagi di luar negeri penggunakan lumpur abu vulkanik untuk kesehatan sudah terlebih dahulu dipergunakan. Bahkan di luar negeri harus merogoh kocek yang mahal agar bisa menggunakan lumpur abu vulkanik tersebut. Rencanannya dia juga akan membuat tempat pemandian lumpur abu vulkanik di Aceh.[merdeka/acl]

Loading...