Gajah Jinak Tewas dengan Gading Hilang, FJL Meradang

Redaksi - habadaily
10 Jun 2018, 11:46 WIB
Gajah Jinak Tewas dengan Gading Hilang, FJL Meradang

HABADAILY.COM - Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) mengutuk keras dan meminta pihak kepolisian untuk menangkap pelaku yang membunuh gajah jinak tersebut. Selama ini gajah jantan tersebut cukup membantu masyarakat setempat untuk menghalau gajah liar agar tidak terjadi konflik satwa dengan masyarakat.

“Ini para pelaku tergolong nekat dan seakan-akan memberi pesan berani melawan aparat hukum yang tengah  gencar melakukan upaya persuasive terkait  penggulangan kejahatan terkait satwa liar yang dilindungi,” kata Koordinator FJL, Retno Sagito, Minggu (10/6/2018).

FJL meminta agar pemerintah Aceh dan pihak kepolisian serius mengurusi persoalan ini. Segera memburu para pembantai gajah tersebut serta memberikan hukuman secara maksimal agar ada efek jera bagi para pelaku dan juga menjadi pembelajaran bagi para pemburu satwa liar lainnya.

“Hal ini merupakan preseden buruk terkait tata kelola dan pemanfaat gajah jinak yang seharusnya dapat membantu masyarakat dalam menangkal konflik satwa malah menjadi target para pemburu gading gajah,” ungkapnya.

Sebagaiman diberitakan sebelumnya, seekor hajah jinak ditemukan tewas bersimbah darah dengan gading hilang di Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (9/6/2018) sekira pukul 08.00 WIB.

Gajah jantan bernama Bunta itu tewas diduga karena diracun. Pelaku diduga memberi makan Bunda dengan buah mangga dan pisang yang sudah dimasukkan racun. Setelah itu, gajah tersebut tewas dan pelaku memotong gading bagian pipi gajah.

Bunta pertama kali ditemukan oleh petugas CRU yang hendak memindahkan gajah tersebut. Saat itu seorang petugas menemukan Bunta sudah mati dan langsung melaporkan kepada pihak berwajib.

"Kita masih selidiki, kita sedang melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan BKSDA Aceh sambil menunggu tim dokter hewan forensik yang dikerahkan. Sampai saat ini masih meminta keterangan saksi," kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, Minggu (10/6).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo ikut membenarkan ada gajah jinak yang tewas. Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan.

Sapto juga mengaku sudah mengintruksikan kepada seluruh CRU yang ada di Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan, agar gajah jinak tidak mengalami nasib yang sama seperti di CRU Serbajadi.

“Saya sudah instruksikan pengawasan 24 jam semua CRU dan PLG (Pusat Latihan Gajah) Sare,” ungkapnya.[acl]

Loading...