Kebakaran Hutan di Aceh Selatan Sudah Mencapai 50 Hektar

Redaksi - habadaily
09 Jun 2018, 17:33 WIB
Kebakaran Hutan di Aceh Selatan Sudah Mencapai 50 Hektar dok BPBA

HABADAILY.COM – Kebakaran lahan gambut dan perkebunan warga di Kabupaten Aceh Selatan semakin bertambah. Diperkirakan kebakaran saat ini sudah mencapai 50 hektar lebih, Sabtu (9/6/2018).

Hingga pukul 16.57 WIB sebagaimana data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), untuk Kecamatan Tapaktuan api sudah berhasil dipadamkan sejak tadi malam.

Sedangkan untuk Kecamatan Bakongan masih terdapat beberapa titik api kebakaran lahan dan perkebunan warga. Api masih merambat dan membakar hutan dan lahan di wilayah tersebut hingga mencapai mencapai 50 hektar lebih.

“Di Kecamatan Bakongan api masih membakar di wilayah kebakaran tersebut, ada beberapa titik api yang belum bisa dipadamkan,” kata Kepala BPBA, T Ahmad Dadek, Sabtu (9/6/2018).

Katanya, api sulit padamkan akibat dari angin yang bertiup kencang. Sehingga api cepat membesar dan merambat ke berbagai lokasi lainnya. Ditambah lagi petugas mengalami kesulitan  untuk menyuplai air dan mendapatkan air guna memadamkan kebakaran.

“Kebutuhan mendesak, peralatan kebakaran Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) dan pompa air portable, hingga sekarang jarak pandang 16 kilometer,” jelasnya.

Menurut T Ahmad Dadek, api diduga berasal dari warga yang melakukan aktifitas membakar sampah di kebun. Sehingga menyebabkan api merambat ke sekitar. Kondisi ini juga disebabkan oleh cuaca panas dan musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan.

Sebelumnya Kepala Seksi Informasi dan Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Zakaria mengingatkan Aceh saat ini sudah masuk musim kemarau sejak bulan Maret. Sehingga bisa dilihat curah hujan semakin berkurang, suhu semakin tinggi dan mudah terjadi kebakaran.

"Suhu udara semakin meningkat dan bahkan di Banda Aceh pernah suhu mencapai 53 derajat celsius. Musim kemarau juga diikuti dengan peningkatan kecepatan angin," jelasnya.

Oleh karena itu, dengan kondisi kering karena cuaca kemarau, BMKG meminta kepada masyarakat agar berhati-hati dengan api. Baik itu keberadaan kompor di rumah maupun saat membakar sampah, harus selalu dijaga agar tidak terjadi kebakaran.

"Bagi masyarakat yang hendak membuka lahan perkebunan agar tidak membakar hutan. Juga kepada nelayan dan kepada penyedia jasa pelayaran untuk berhati-hati," pintanya. [acl]

Loading...