Ada Gua Usia 7.400 Tahun Bekas Tsunami Aceh

Redaksi - habadaily
28 Mei 2018, 13:20 WIB
Ada Gua Usia 7.400 Tahun Bekas Tsunami Aceh Doc BPBA

HABADAILY.COM – Sejak 7.400 tahun lalu Aceh memiliki catatan sejarah pernah dilanda tsunami seperti tragedi 26 Desember 2004 lalu. Bukti emperis itu terdapat di Gua Ek Lentie di Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

Di lokasi terdapat endapan - endapan tanah yang berasal dari gelombang tsunami dan kotoran kelelawar yang hidup di gua. Ini merupakan suatu penemuan penting dan memperkaya kajian tsunami di Aceh.

Untuk membahas temuan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar rapat koordinasi dengan lintas sektor di antaranya Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, BMKG, TDMRC, BPN, Balai Pelstarian Cagar Budaya dan sejumlah unsur lainnya.

Kepala BPBA Aceh, Teuku Ahmad Dadek mengatakan, penemuan gua endapan tsunami ini merupakan suatu penemuan penting untuk memperkaya kajian tsunami. Menurutnya, Aceh menjadi tempat paling bagus untuk pembelajaran tsunami, dan menjadi laboratorium untuk memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan bencana.

“Sehingga penemuan ini perlu didorong dalam pelestariannya. BPBA akan menganggarkan dana untuk mendorong ini di RKA (Rencana Kerja Anggaran) 2019 nanti,” kata Teungku Ahmad Dadek, Senin (28/5/2018) di Aula pertemuan BPBA.

Dadek menambahkan, BPBA telah menginisiasi agar gua purba tsunami ini bisa menjadi situs sejarah tsunami. Dengan menyurati Sekda Aceh Besar dan memberikan telaah kepada Gubernur untuk menginstruksikan kepada Pemda Aceh Besar agar segera membereskan kepemilikan lahan di sekitar gua.

“Kami memberikan telaah kepada Setda Aceh Besar agar mengeluarkan SK penetapan kawasan dan melalukan pembebasan tanah,” ungkap Dadek.

Ahmad Dadek juga berharap agar nantinya gua tsunami purba selain ini bisa dijadikan tempat pendidikan juga menjadi lokasi kunjungan wisata tsunami.

“Akan kita wujudkan Geopark untuk pelestarian gua ini,” kata Dadek.

Dadek berpesan kepada Camat dan Geuchik (kepala desa) seempat agar gua tersebut dijaga dan diberikan plang bahwa itu situs tsunami. BPBA akan siapkan uang untuk DED pembangunan Geoparknya yang akan dilakukan okeh TDMRC.

“Tolong dijaga di lokasi sekitar gua, buat plang depan gua sebagai situs tsunami. Sistem pengelolaannya juga harus kita pikirkan. Teknis akan dibicarakan kemudian,” ungkap Dadek.

Perwakilan Tsunami & Disarter Mitigation Research Centre (TDMRC), Nazli Ismail mengatakan, pihaknya telah melakukan penggalian untuk melihat sejarah tsunami mulai dari 7400 tahun lalu, hingga kejadian tahun 2004. Dimana terdapat endapan - endapan tanah yang berasal dari gelombang tsunami dan kotoran kelelawar yang hidup di gua.

“Agar gua ini dijadikan tempat wisata dan dibagun Tugu Patahan Sumatera sebagai situs sejarah,” tutupnya.[acl]

Loading...