BPOM Banda Aceh Temukan Takjil Berbuka Puasa Mengandung Borak

Redaksi - habadaily
19 Mei 2018, 10:10 WIB
BPOM Banda Aceh Temukan Takjil Berbuka Puasa Mengandung Borak Kepla BPOM Banda Aceh, Zulkifli bersama dengan Kepala Dinkes Banda Aceh, dr Warqah Helmi

HABADAILY.COM - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Banda Aceh menguji sampel makanan berbuka puasa di sejumlah lokasi di Banda Aceh. Lokasi pengujian sampel diambil di tiga kecamatan yaitu Kuta Raja, Syiah Kuala dan Bandar Raya, petugas menemukan sejumlah makanan yang mengandung borak.

Ada 64 sampel yang diambil dari tiga kecamatan tersebut, berdasarkan hasil uji laboratorium mobil yang dibawa ke lokasi, 58 layak dikonsumsi masyarakat dan 6 sampel diduga mengandung zat borak dalam tekjil berbuka puasa itu.

Untuk titik pertama depan Masjid Raya, Lhong Raya, Kecamatan Bandar Raya diambil sampel sebanyak 20 beragam jenis makanan, hasil uji 16 sampel bebas dari kandungan berbahaya dan 6 jenis sampel tidak memenuhi syarat, diduga mengandung borak.

Sedangkan titik kedua berada di Lampaseh Kota, Kecamatan Kota Raja dari 22 sampel diambil, hanya dua sampel yang diduga mengandung zat berbahaya. Titik ketiga pemeriksaan berada di Lamnyong, Kecamatan Syiah Kuala dari 22 sampel semua memenuhi syarat, artinya tidak mengandung zat berbahaya.

“Rata-rata mie yang mengandung borak, ada juga satu sampel kerupuk tempe mengandung zat berbahaya,” kata Kepala BPOM Kota Banda Aceh, Zulkifli, Sabtu (19/5/2018).

Katanya, ini memang sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan BPOM untuk melakukan pengawasan makanan pada bulan puasa. Menjelang puasa kemarin BPOM  juga telah melakukan pengawasan terhadap mini market dan pusat perbelanjaan lainnya.

“Target kita seluruh kecamatan di kota Banda Aceh akan mengecek sampel makanan, mulai hari ini sampai besok, bahkan minggu nanti juga ada,” tukasnya.

Katanya, bila terdapat pedagang yang menjual makanan berbuka puasa mengandung zat berbahaya, akan dilakukan tindakan tegas. Baik itu bersifat pembinaan dan bahkan menutup dagangan juga bisa dipidanakan.

“Untuk di Banda Aceh satu orang sudah diproses hukum, sudah kita BAP dan tinggal proses selanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr Warqah Helmi mengatakan, ada efek buruk bila seseorang memakanan makanan yang mengandung borak ataupun formalin. Gelaja awal seperti mual-mual dan muntah.

“Sedangkan untuk jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan dan kanker,” jelasnya.

Oleh karena itu, Warqah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan teliti saat memilih makanan, terutama selama bulan ramadan ada banyak jajanan yang dijual.

“Terutama minuman warna sangat mencolok, berwarna mengkilat, karena untuk penarik itu biasanya bahan pewarna pakaian, hati-hati,” tutupnya.[acl]

Loading...