Seekor Beruang Madu Dilepasliarkan di Aceh Besar

Redaksi - habadaily
14 Mei 2018, 22:57 WIB
Seekor Beruang Madu Dilepasliarkan di Aceh Besar Foto dokumentasi BKSDA Aceh

HABADAILY.COM – Seekor beruang madu (helarctos malayanus) telah dilepasliarkan setelah mendapat perawatan selama 1,5 tahun di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Beruang jenis kelamin  jantan ini dinilai sudah bisa kembali ke habitatnya.

Melepasliarkan hewan dilindungi ini atas kerjasama BKSDA Aceh, Tim Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) Universitas Syiah Kuala dibantu Yayasan Eksositem Lestari Sumatran Orangutan Conservation Program  (YEL-SOCP) dan sejumlah mahasiswa FKH Unsyiah. Hewan buas ini dilepaskan, Senin (14/5/2018) di sebuah kawasan hutan di Aceh Besar.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, beruang madu ini yang dievakuasi tanggal 24 November 2016 lalu di Gampong Karak, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat. Hewan ini harus dievakuasi karena terkena jerat yang membuat kaki kiri depannya luka parah.

“Sehingga harus dioperasi dan tinggal menyisakan jempolnya saja,” jelasnya.

Setelah mendapatkan perawatan selama 1,5 tahun untuk proses penyembuhan. Beruang malang ini kemudian dinilai oleh tim dokter hewan sudah siap untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Untuk kepentingan penelitian dan guna mengetahui pergerakan beruang tersebut, BKSDA Aceh didukung FKH Unsyiah memasang GPS Collar di leher beruang. GPS Collar yang didatangkan langsung dari Swedia tersebut, akan mengirimkan sinyal ke satelit dan akan dipancarkan kembali ke receiver yang ada di BKSDA dan FKH Unsyiah.

“Dengan data dari GPS Collar tersebut, nantinya dapat diketahui dan dianalisa pola pergerakan, preferensi habitat serta jika ada hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

GPS Collar ini, sebutnya, juga bisa untuk mencegah potensi konflik dengan warga atau terjadi stagnasi pergerakan beruang yang bisa jadi sedang sakit atau bahkan mati, dapat diketahui dengan cepat.

Katanya, menurut keterangan produsen collar, baterai pada collar seharga lebih dari 3.000 dollar itu akan dapat bertahan sekurangnya 2 tahun. “Semoga beruang madu yang dilepasliarkan tersebut dapat kembali hidup nyaman di rumahnya,” tutupnya.[acl]