Simulasi Penyelamatan

Tim SAR Evakuasi Dua Pencari Rotan Jatuh ke Jurang

Ahmad - habadaily
07 Feb 2018, 23:13 WIB
Tim SAR Evakuasi Dua Pencari Rotan Jatuh ke Jurang Simulasi evakuasi korban jatuk ke jurang oleh Tim SAR Pos Simeulue, Aceh | Ahmad | Habadaily.com

HABADAILY.COM - Dua pancari rotan, Tajul (22) dan Pendi (25) warga Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue jatuh ke jurang ketika mencari rotan di kawasan Gunung Pulau Bengkalak, kabupaten setempat, Rabu (07/02/2017).

Keduanya tergelincir saat menelusuri tebing gunung sehingga jatuh ke dasar jurang dengan kedalaman sekitra 20 meter yang dipenuhi batu serta kayu dan duri. Keduanya mengalami luka sekujur tubuh dan mengalami patah tulang tangan dan kaki.

Nyawa kedua pencari rotan yang berstatus lajang itu, selamat setelah Tim SAR Simeulue mengevakuasi mereka lewat sistim taktik pertolongan dan penyelamatan jurang dan gunung dengan kemiringan 85 derajat serta tingkat kesulitan 90 persen. Namun semua ini hanya sebatas simulasi kesiapan Tim SAR Simeulue dalam mengevakuasi korban di tebing gunung.

Tim SAR membutuhkan waktu kurang dari 1 jam dalam operasi pertolongan dan penyelamatan terhadap korban jatuh kejurang tersebut, berjibaku dan menegangkan itu karena bergelantungan menggunakan dua tali untuk mengangkat korban dari dalam jurang dan tim medis dan personil SAR.

"Hari ini, kita melakukan latihan dan simulasi pelaksanaan teknik pertolongan dan penyelamatan SAR di gunung, tebing gunung dan dalam jurang dengan kedalaman jurang 20 meter, serta kemiringan gunung 90 derajat, yang membutuhkan ketepatan waktu dan penguasaan area operasi serta tingkat resiko 100 persen sangat berat", kata Mahdi Saputra, Instruktur Operasi Teknik Pertolongan dan Penyelamatan sistim Gunung dan Jurang SAR Pos Simeulue.

Simulasi teknik pertolongan dan penyelamatan di gunung dan jurang itu, merupakan salah satu operasi yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap personil SAR, karena salah satu operasi SAR  Standar Dunia, meskipun di Pulau Simeulue jarang ditemukan kasus dipegunungan dan jurang.

"Teknik operasi pencarian, pertolongan dan penyelamatan digunung dan dalam jurang, membutuhkan skill, ketepatan dan tepat waktu serta keselamatan yang didukung peralatan, yang harus dikuasai serta dipahami oleh personil SAR tidak hanya di Simeulue juga digunakan oleh SAR yang ada di negara lain, ini latihan dan Simulasi Standar SAR Internasioal," timpal Rahmad Kenedi, Koordinator Pos SAR Simeulue.

Pada simulasi operasi teknik pertolongan dan penyelamatan digunung dan jurang itu, diikuti 14 orang personil Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos  dan personil Relawan Satuan Tugas (Satgas) SAR Kabupaten Simeulue. [jp]