DATA BMKG 27 Oktober 2020

Mengenal Cut Rani Auliza Talenta Dangdut Asal Lhokseumawe

Mengenal Cut Rani Auliza Talenta Dangdut Asal Lhokseumawe

Mengenal Cut Rani Auliza Talenta Dangdut Asal Lhokseumawe

HABADAILY.COM - Kancah musik tanah air kembali diramaikan biduanita asal Aceh. Ia adalah Cut Rani Auliza, dara asal Lhokseumawe yang menggebrak blantika musik dangdut Indonesia dengan sejumlah single terbarunya.

Di usia belia, Cut Rani memberanikan diri untuk bermain di genre musik yang sedikit berbeda dengan lagu-lagu yang saat ini viral. Kehadiran dara imut-imut ini diharapkan mampu memberi nuansa baru di blantika musik dangdut Indonesia. Bahkan, bisa menjadi koleksi bagi pecinta music dangdut di semenajung tanah Melayu.

Kehadiran Cut Rani yang bermain di genre dangdut mampu menambahkan koleksi artis dangdut asal Aceh. Tidak sekedar hadir, ia bertekad menuai sukses melebihi artis dangdut asal Aceh lainnya seperti Faul Lida, Cut Zuhra Lida, dan Niken KDI.

Dara kelahiran Lhokseumawe, 22 Juli 2006 ini memang memiliki talenta di bidang tarik suara yang luar biasa. Hal ini dibuktikan lewat beberapa tembang yang sudah diluncurkan ke publik.

"Ada sejumlah lagu yang sudah ditulis, seperti Saling Menjaga, Rindu Rindu, dan Cinta Bukan Layang Layang,” kata Cut Rani kepada HD Indonesia beberapa waktu lalu.

Lagu-lagu official-nya tersebut bernaung di bawah label musik D2X Management. Untuk single perdana Rani, diakuinya banyak melibatkan musisi Aceh.

“Untuk lirik, ini karya terbaru Rais Farmiadi. Sedangkan untuk arrsement awal ditangani Piul 41 Studio. Sementara video klipnya ditangani oleh Joel Entertainment,” katanya.

Selain itu, lanjut Cut Rani, singel ini juga turut melibatkan Y_Studio sebagai mastering hasil audio. “Ya, lagu perdana itu boleh dibilang single keroyokan,” tambahnya.

Sebelum meluncurkan single yang dirilis D2X Management, Cut Rani ternyata bakatnya lebih awal ditunjukan pada sejumlah event festival music yang diikutinya. Di antaranya, ia tampil sebagai juara 1 lomba FLS2N tingkat SMP di Kota Lhokseumawe, juara 1 solo song antar kelas, juara 1 audisi dangdut SMP 2019. Diakui Cut Rani, awalnya ia tidak yakin bakalan bisa seperti bernyanyi seperti mamanya.

Tapi, lama-kelamaan, mulai terlihat bakat nyanyinya. “Jadi, sejak kelas 4 SD Rani bertekad untuk jadi penyanyi, biar bias banggain mama sama ayah. Ya, bisa pergi ke Studio Indosiar buat ikut LIDA tahun depan,” katanya.

Sebelum meniti karir dan bersaing dengan rivalnya di kancah musik dangdut nasional, Rani juga mengalami hal yang sama seperti seniornya yang lebih duluan sukses. Rani juga memiliki sejumlah kenangan pahit dan menarik dalam dunia artis.

"Pengalaman yang menarik yaitu bisa membantu mama dan ayah dalam perekonomian dari hasil menyanyi. Juga disayangi sama banyak orang. Dan, hal yang paling berharga buat Rani dalam bernyanyi adalah bisa bawa orang tua ke tanah suci nantinya," harapnya.

Produser Cut Rani dari label musik D2X Management, Suryadi mengakui, kehadiran Rani akan menambahkan angka kesuksesan anak Aceh di kancah musik tanah air. Menurut dia, Rani juga memiliki talenta yang unik.

"Sejauh ini sudah tiga single yang sudah berhasil kami produksi. Semuanya sudah tayang di akun youtube resmi D2X Management, dan saat ini juga sedang tahap syuting single terbarunya, yang direncanakan bulan depan kembali diluncurkan," kata Suryadi.

Kesuksesan yang diraih Rani saat ini, diakuinya, merupakan hasil kolaborasi dan kreatif para pelaku seni di Aceh. Hasil kerja keras tim yang berusaha untuk menjadikan Rani menjadi salah satu yang terbaik di kancah musik dangdut nasional.

"Dalam menyempurnakan musik, kami juga dibantu oleh Ebon dan Ivan dari HAG_Studio selaku arrassement. Sementara untuk visualnya ditangani oleh Joel Entertainment. Selain itu, juga melibatkan banyak studio lainnya, seperti BJ Studio dan Y Studio dan 41 Studio,” tandas Suryadi.[]

Tulisan Ini sudah Tayang di Media Cetak HD Indonesia Edisi 15 @2020

Komentar
Baca Juga
Terbaru