DATA BMKG 14 Oktober 2019

Mengulik Kiprah Rais di Blantika Musik Aceh

Mengulik Kiprah Rais di Blantika Musik Aceh

Artis solo asal Aceh - Rais Farmiadi | FOTO:SURYADI KTB

HABADAILY.COM - Masih ingat dengan Rais Farmiadi, penyanyi solo Aceh yang sempat booming pada tahun 2012? Kini ia kembali berkiprah di dunia musik Aceh dengan meluncurkan album baru bareng Cut Rianda Zuhra.

Rais termasuk artis yang tergolong sukses dalam merebut segmen pasar blantika Aceh. Kesuksesan Rais terlihat pada sejumlah lagu hitsnya di album perdananya bertajuk Misya Gane Band. Sejumlah lagunya sempat booming di situs popular YouTube dan laris di pasaran kala itu.

Bukan hanya itu, sejumlah lagu hitsnya juga mulai di-cover oleh penyanyi penyanyi Aceh lainnya. Pria asal Bagok, Aceh Timur, ini kini kembali aktif di dunia entertainment Aceh, setelah sempat vakum beberapa tahun.

Sepekan lalu, berpayung di bawah D2X Management, Rais sudah meluncurkan album terbarunya. Dalam album Misya-2, Rais bersand- ing dengan Cut Zuhra, penyanyi nasional asal Aceh.

"Pada album kedua Rais bersanding dengan Duta Aceh di Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 Indosiar, Cut Rianda Zuhra alias Cut LIDA 2. Beberapa hari lalu album bertajuk Misya-2 ini sudah diluncurkan," kata Rais Farmiadi kepada HD Indonesia, Jumat (16/08/2019), di Banda Aceh.

Selain Rais dan Zuhra, dalam album Misya-2 juga menghadirkan sejumlah penyanyi yang sedang naik daun di blantika musik Tanah Rencong, seperti Nurul Munira, Lailissa'adah, Puja Radika, dan Fira Asmarani.

"Untuk lagu Rais, selain bisa didapatkan di pasaran, juga bisa dinikmati di akun youtube resmi D2X Management. Ada dua lagu yang sudah dibuka, yaitu Misya-2 dan Saket Hate 2," jelasnya.

Dalam menapaki karir di dunia entertainment, Rais juga sama dengan perjuangan artis lainnya. Untuk meraih sebuah kesuksesan, dia harus melakukan banyak hal. Sejak 2011 dia sudah mulai mencoba ikut berbagai even seperti Festival Lagu Aceh.

"Pada 2011 itu kenangan paling manis buat saya. Saat itu, saya bersama teman-teman mulai mencoba untuk ikut festival dengan harapan bisa menang dan mendapat peluang untuk masuk rekaman," kenang lelaki berkulit hitam manis ini.
Rais juga bercerita tentang dirinya pada saat mencoba memenuhi kriteria untuk memiliki sebuah album Aceh. 

"Sebelum memiliki al- bum, saya mencoba untuk menawarkan kepada sejumlah produser di Aceh. Karena lagu-lagu saya berbeda dengan segmen lagu-lagu Aceh saat itu, ya alhasil semua produser menolaknya,” ungkapnya.

Meski sempat merasa kecewa, namun Rais pantang menyerah. Ia mencoba untuk memutar lagu yang direkamnya pakai handphone dengan musik akustik gitar. “Lagu-lagu itu kemudian saya bagikan ke Hp teman-teman. Di luar dugaan, lagu tersebut mulai banyak di-share, dibagi-bagi ke banyak orang, dan mendapatkan respon baik,” bebernya. Saat itu, saya juga memiliki sebuah grup band yaitu Cuek Band.

Dan setelah melihat respon masyarakat, Rais bersama teman-teman pun mulai menggarap serius sebuah album. “Saat itu, kami berhasil mengarasement sepuluh lagu, sampai proses syuting dan menjadi sebuah album,” kenangnya.

Dikisahkannya, perjuangan melahirkan album tersebut sempat menemui jalan berliku. 

“Modal kami sangat minim, kami bekerja sukarela, untuk mampu melahirkan sebuah album. Tapi, Kasga Record menjadi semangat kami, sampai penggarapan album tersebut usai.

Saat itu, Bang Dek Wan Deka Putra turut mendukung kami," beber Rais. Band Cuek kala itu digawangi oleh Ebon, Brader, Cek Mun, Bang Yus, Zul Aibar, Zikri, Rahma, Bang Zaini, dan banyak sahabat lainnya yang ikut berkecimpung dalam album perdana Rais.

Diakui Rais, sejumlah lagu yang pernah dinyanyikannya merupa- kan hasil ciptaannya sendiri. Umumnya bisa kisah perjuangan laki-laki kepada sang kekasihnya. Alhasil, lagu-lagu tersebut booming di pasaran, seperti Malee, Saket Hate, Misya, Alamat Misya, Dara Kapela, Kecewa dan beberapa lagu hit lainnya.

"Alhamdulillah, lagu-lagu di album perdana saya diterima dengan baik oleh masyarakat. Album itu hasil kerjasama tim yang luar biasa di bawah management Kasga Record," akunya.

Setelah kesuksesan tersebut, namun Rias memilih vakum. Dia mencoba untuk berkiprah ke bisnis lain dengan meninggalkan segalanya tentang musik dan lagu Aceh. Bahkan, pertengahan 2018 lalu, dia ditelepon oleh sahabatnya Ebon dari Banda Aceh. “Bang Ebon mengajak saya kembali untuk berkiprah di dunia musik. Saat itu saya masih tetap mengatakan tidak siap,” ungkapnya.

Kemudian, awal 2019 lalu, Rais kembali mendapatkan ajakan serius dari Ebon. “Kali ini Bang Ebon tidak sendiri, melainkan dengan pemilik sebuah management artis Aceh di Banda Aceh. Hasil perbin- cangan saat itu, kami mendapat sebuah kesepakatan. Dan dari kesepakatan tersebut, Alhamdulillah, kini sudah meluncurkan album Misya-2," jelasnya.

Kini Rais sudah kembali menyapa fansnya dengan meluncurkan album terbaru. Album Misya-2 tersebut sudah bisa didapatkan di pas- aran. Dalam album keroyokan itu, ada beberapa lagu berlirik melayu. Bahkan ada juga lagu yang liriknya disesuaikan untuk kalangan luar Aceh.

"Lagu Saket Hate-2, kami sengaja membuat lirik yang berbeda, agar pecinta musik dan lagu Aceh yang tidak memahami arti Bahasa Aceh juga bisa menikmatinya, tanpa harus di buat translate ke bahasa Indonesia," akunya.

Dia berharap, album Misya-2 bisa diterima oleh semua kalangan. "Semua lagu yang ada di album Misya-2 juga sudah bisa didengar di sejumlah radio di Aceh. Album ini sebagai sujud syukur kami dalam menyapa fand
Rais dan Cut Zuhra di tanah air," tandas Rais.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru