DATA BMKG 27 Oktober 2020

Jatuh Bangun Pengusaha Kopi Arabika

Jatuh Bangun Pengusaha Kopi Arabika

foto by www.specialtycoffee.co.id

HABADAILY.COM – Peaberry Arabika Gayo, dan Arabika Latte, ketiga nama itu tertulis dalam daftar minuman disebuah warung kopi yang menjual aneka rasa kopi produk Gayo. Tentunya masih banyak minuman yang disediakan ditempat itu, hanya saja ketiga nama tadi ialah produk kopi yang dihasilkan dari alam Aceh berkualitas internasional.

Kopi Arabika mempunyai banyak khasiat dibanding kopi Robusta, diantaranya mengurangi diabetes dan tidak merusak lambung. Tidak sedikit juga pengusaha kopi luar negeri yang membeli biji kopi dari tanah Gayo. Kualitasnya tidak diragukan lagi. Terletak di Aceh Tengah, daratan tinggi Gayo mempunyai tanah yang subur serta didominasi varietas Arabica.

Namun, kopi Arabika Gayo belum banyak dijual diwarung-warung kopi di Aceh. Di Banda Aceh, beberapa warung yang menjual kopi Arabika ialah Stock Kupi, Ie Koffie Arabika Gayo, Sada Coffe, Hobbies Cafe, Rebbe Coffe dan sejumlah warkop lainnya yang menyediakan kopi arabika. Aceh yang sering disebut negeri seribu warung kopi lebih banyak menjual kopi Robusta daripada Arabika.

“Yang saya sesalkan sekarang, kita punya barang tapi orang yang punya nama,” kata pemilik Ie Koffie Arabika Gayo, Rosna wita (45) siang tadi, Senin (21/9/2015). 

Ia kecewa karena kopi Gayo banyak dibeli oleh pengusaha luar negeri yang membuat brand sendiri. Sedangkan masyarakat Aceh, masih banyak yang belum mengonsumsi kopi Arabika Gayo, produk kopi dalam negeri.

Ia beranggapan, minimnya pengetahuan masyarakat mengenai khasiat kopi Arabika membuat Robusta masih banyak dikonsumsi. Kendati harga Arabika lebih mahal dari Robusta, Arabika lebih menjamin kesehatan dari Robusta.

Berangkat dari pengetahuannya tentang kualitas kopi Gayo yang belum banyak dijual masyarakat Aceh, ia mendirikan Ie Koffie Arabika Gayo pada 2012 untuk mensosialisasikan khasiat dari kopi Arabika Gayo.

Ia ingin Arabika Gayo dicintai oleh rakyat Aceh dan ramai diminati layaknya Robusta saat ini, karena khasiat dari Arabika Gayo, juga karena Arabika Gayo berasal dari Aceh.

“Kakak bikin ini (Ie Koffie Arabika Gayo) untuk membuat orang kita sehat. Memang saya cari untung juga dari kopi ini, tapi ada hal yang ingin kakak capai, yaitu orang kita sehat. Arabica ini juga mencerdaskan otak,” tutur perempuan bertubuh tambun yang mengaku mampu menyelesaikan sekolah dari hasil kopi. Orang tuanya sendiri merupakan petani kopi.

Beberapa produk Kopi Gayo kini ia jual di warungnya. Mempunyai tujuh orang karyawan, Ie Koffie Arabika Gayo menghabiskan tidak kurang dari satu kilogram kopi Arabika Gayo perhari, dan bisa mencapai 60 kilogram perbulan.

Ia berharap dengan semakin banyak orang Aceh yang mengonsumsi Arabika Gayo, petani kopi juga makin sejahtera. Selama ini, kata Rosna, toke kebun kerap membeli hasil kopi dengan harga murah dari petani kopi, dan menjual kembali dengan harga mahal.

“Pemerintah kita saya lihat kurang perhatikan kopi Gayo ini. Saya ingin taraf hidup petani kopi berubah, masyarakat juga minum kopi Arabika yang sehat,” katanya.

Anak ketiga dari delapan bersaudara ini juga hampir menutup warung kopinya karena sepi pengunjung saat baru buka. Namun keinginannya memperkenalkan kopi Gayo membuatnya tidak mudah patah arang.

“Khasiat Arabika bisa untuk diet, diabetes, membunuh sel-sel kanker, tidak merusak lambung, kemudian meningkatkan daya ingat. Orang luar negeri saja minum kopi gayo. Orang kita harus coba dan merasakan kopi Arabica Gayo,” imbuhnya.

Ia berharap, kopi Arabika Gayo bisa menjamur disetiap sudut daerah Aceh serta masyarakat merasakan khasiatnya setelah mengkonsumsi kopi lokal tersebut.[acl]

Komentar
Terbaru