DATA BMKG 19 September 2020

74 Ribu Lebih Stiker Sudah Terpasang Pada Kendaraan di Aceh

74 Ribu Lebih Stiker Sudah Terpasang Pada Kendaraan di Aceh

Dampak Pemasangan Stiker, Menjaga Kondisi Udara

HABADAILY.COM | Program penempelan stiker bagi kendaraan bermotor yang mengunakan BBM subsidi yang dilakukan sejak tanggal 19 hingga 25 Agustus oleh Pemerintah Aceh bersama Pertamina sudah mencapai 74 ribu lebih stiker sudah terpasang pada kendaraan di Aceh, program ini bertujuan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo, menyebutkan, Selama tanggal 19 hingga 25 Agustus total stiker yang sudah ditempel di kendaraan sebanyak 74.049 lembar dengan rincian Untuk stiker Premium, terpasang 29.359 buah sedang stiker Solar terpasang 44.690 lembar.

"Program ini berdampak pada konsumsi BBM. Dalam sepekan masa sosialisasi dan pemasangan stiker, tercatat penyaluran Premium dan Solar subsidi mengalami penurunan. Konsumsi rata-rata harian Premium pada tanggal 19 hingga 25 Agustus mencapai 454 ribu liter, terjadi penurunan dibanding harian normal bulan Juli sejumlah yakni 456 ribu liter," kata Roby.

Sementara Bagi warga, penempelan stiker pada kendaraan yang mengunakan bbm subsidi satu langkah tepat untuk memperjelas pengunan premium subsidi atau solar subsidi. Sehingga quota BBM subsidi untuk Aceh benar benar dinikmati orang yang berhak.

“ Program penempelan stiker itu sudah bagus, untuk membedakan mana yang berhak menerima BBM subsidi dan mana yaang tidak berhak, tapi sayangnya pemerintah tidak memperjelas siapa yang boleh mendapatkan stiker tersebut, selama ini semua bisa mendapatkan stiker, sehingga masih banyak kendaraan mewah juga ikut menempel stiker”, Ungkap Wildan, Warga Komplek Villa Buana, Gampong Ajun, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar .

Bagi Wildan, meski program stikering sudah dilakukan pemerintah, namub dirinya belum tertarik untuk menempel stiker tersebut, padahal jika dilihat katagori kendaraan yang digunakan, dirinya termasuk katagori kendaraan yang ikut di stikering,

“Mobil saya tahun rendah, tapi saya selalu mengunakan BBM perta series yang lain, bukan dari BBM subsidi, karena selain malas mengantri saat pengisian, juga karena sudah terbiasa dengan perta series lainya seperti pertamax,” ujarnya.

Kabid Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh, Cut Safarina Yulianti, ST, MM, MT, mengatakan Banyak kendaran yang beralih ke perta seris, tentu ini sangat berpengaruh signifikan terhadap pengaruh udara, dimana dengan mengunakan BBM yang memiliki nilai oktan tinggi atau atau bakal ramah lingkungan itu menjadikan perfoma dari mesin kendaran lebih optimal, tentunya awet  tanpa polusi yang ditimbulakan,

‘ini sangat diharapkan, setiap pemilik kendaraan agar kendaraannya tetap dirawat agar tidak menimbulkan polusi dengan mengunakan bahan bakar yang ramah lingkungan” katanya.

Secara sosial, menurutnya, kebijakan mengunkan stiker ini tentu akan membatasi pengunaan premium, pengunaan premium akan berkurang,  mobil tanpa stiker akan beralih ke perta series  lainnya, dengan ini tentu tidak lagi antri premium, dan tidak terjadi kemacetan, sehinga mengurangi polusi udara di titik tersebut dan kondisi udara di kota banda aceh akan lebih baik.

“Kami melihat, pengunaan stiker bagi kendaraan salah satu program pemerintah pengalihan pengunaan BBM subsisidi, jika ditinjau dari segi lingkungan kegiatan ini berpengaruh banyak,  karena penguna kendaran mulai beralih mengukanan non subsidi,” jelasnya.

"Sangat berpengaruh bagi kondisi udara di Kota Banda Aceh, karena mereka sudah mengunakna BBM non subsidi dan berpangaruh pada kerja mesin kendaraan  sehinga mesin bisa bekerja  lebih optimal dan dampak yang ditimbul dari asap kendaraan bisa di minimalisir dan ini pengaruhnya kondisi udara Kota Banada Aceh, dan kondisi udara dapat di pertahankan dengan kondisi tetap baik,” tutupnya.(**)

Komentar
Baca Juga
Terbaru