DATA BMKG 12 Agustus 2020
Pemerintah Aceh

Perajin Kerawang Gayo Terima Bantuan Dekranasda Aceh

Perajin Kerawang Gayo Terima Bantuan Dekranasda Aceh

Penyerahan bantuan untuk para perajin kerawang gayo.

HABADAILY.COM—Untuk mengentas kemiskinan di Aceh, Plt Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Dyah Erti Idawati menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 20 peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Usaha Home Industri di Aula Kantor Bupati Kabupaten Bener Meriah, Jumat (3/7/2020).

Bantuan usaha berupa peralatan mesin menjahit tersebut diserahkan langsung oleh Istri Plt Gubernur Aceh kepada seluruh peserta bimtek yang notabenenya perajin Kerawang Gayo, agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi rumah tangga khas kota dingin tersebut.

Dyah mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dekranasda Aceh dengan Dinas Koperasi dan UKM Aceh, sebagai upaya Pemerintah Aceh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya pengrajin Aceh.

"Saya mau bantuan ini jangan disia-siakan para peserta harus fokus dan sungguh-sungguh mengikutinya (Bimtek) sehingga pengrajin Aceh bisa lebih inovatif dan kreatif. Dekranasda ini hadir untuk memajukan pengrajin," kata Dyah.

Ia menuturkan, Bimtek tersebut merupakan program kerja tahunan Dekranasda Aceh bersama Dekranasda di seluruh kabupaten/kota, untuk melakukan pembinaan terhadap para pengrajin di daerah agar bisa menciptakan produk kerajinan yang berkualitas dan tentunya sesuai dengan ciri khas yang berkembang di daerah tersebut.

"Di masing-masing daerah berbeda pelatihan produk kerajinan, seperti di Kabupaten Pidie, Bireuen, Aceh Timur dan Simeulue, kita ada pelatihan bagi pengrajin anyaman tikar pandan. Lalu ada pelatihan Tenun Kerawang di Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Khusus untuk kerajinan sulaman benang emas kita kembangkan di Aceh Barat, Abdya, dan AcehSelatan. Di Aceh Besar ada kerajinan songket, sedangkan di Gayo ini, kita menyelenggarakan pelatihan kerajinan Keurawang Gayo," ujar Dyah.

Tujuan dari pelatihan itu, kata Dyah, adalah salah satu strategi Dekranasda Aceh untuk mendorong agar produk kerajinan khas daerah Aceh bisa semakin berkembang dan dikenal secara luas, serta mendorong pengrajin untuk mengikuti kemajuan teknologi informasi dalam mempromosikan produknya, sehingga penjualan bisa lebih efektif dan efesien. Dengan begitu pemasaran produk dapat menyentuh hingga pasar global.

Selain itu, Dyah juga mengingatkan kepada seluruh para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) khususnya pengrajin di tengah pandemik Covid-19 yang hampir melumpuhkan sektor perekonomian Aceh, diharapkan para pengrajin harus memiliki berbagai strategi untuk bisa bertahan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membaca kondisi pasar saat ini. "Seperti saat ini kita butuh masker, pengrajin bisa berinovasi dengan membuat masker dengan kreatifitasnya, contohnya masker dengan bordiran motif khas Aceh," kata Dyah.

Usai menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Kabupaten Bener Meriah, Dyah Erti didampingi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Aceh Zulfadli bertolak ke Aceh Utara, di Kecamatan Krueng Mane, untuk menyerahkan bantuan serupa kepada 20 peserta Bimtek usaha industri rumah.

Di kesempatan itu, Dyah kembali mengingatkan, kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap virus Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker,  jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun. Dengan demikian, resiko penyebaran dapat diminimalisir dan hidup senantiasa produktif dan aman dari segala ancaman pandemik Covid-19.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Zulfadli mengatakan bahwa penyerahan bantuan UEP untuk industri rumah tangga diserahkan di dua kabupaten yakni Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara.

Bantuan yang diberikan total 160 mesin jahit dan 40 mesin potong kain yang akan di bagikan untuk 40 peserta yang memiliki usaha rumah tangga dibidang konveksi.

Ia menyebutkan, masing-masing kabupaten mendapatkan 80 mesin jahit dengan fungsi yang berbeda-beda dan 20 mesin potong kain yang di bagikan untuk 20 peserta bimtek.

 "Jadi setiap orang akan mendapatkan 4 mesin jahit yaitu mesin bordir, mesin obras, mesin jait kain tebal, mesin jahit normal, dan satu alat potong kain, sehingga setelah bimtek selesai para penerima manfaat bisa langsung mengajukan usahanya," ujar Zulfadli.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan program tahunan Dinas Koperasi dan UKM Aceh guna untuk mengentaskan kemiskinan di Aceh.

"Setiap tahun kita memang punya program untuk home industri cuma di masing-masing daerah kita akan lihat terlebih dahulu potensinya, jika potensi daerah adalah konveksi kita berikan mesin jahit jika tata boga akan kita berikan alat-alat perlengkapan memasak," jelasnya.

Harapnya, selain dapat menurunkan angka kemiskinan, hal itu juga akan memberikan dampak postif pada penurunan penganggurandengan memberdayakan masyarakat sekitarnya.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru