DATA BMKG 23 Februari 2020

Anwar Idris Sesalkan Rencana Kenaikan Harga Gas Elpiji

Anwar Idris Sesalkan Rencana Kenaikan Harga Gas Elpiji

Anggota Komisi VII DRP-RI Anwar Idris.

HABADAILY.COM—Anggota Komisi VII DRP-RI Anwar Idris menyesalkan rencana pemerintah menaikkan harga gas elpiji 3 kilogram menjadi Rp37 ribu per tabung. Hal ini dinilainya sangat memberatkan keluarga miskin.

Anwar Idris yang duduk di Komisi membidangi Migas ini menyebutkan, selama ini gas elpiji 3 kg digunakan oleh keluarga tidak mampu, kurang mampu dan keluarga menengah. “Gas tersebut juga digunakan oleh para pedagangan kecil, sehingg bagi keluarga miskin kenaikan harga ini akan menambah beban belanja bulanan mereka,” katanya.

Anggota Fraksi PPP DPR-RI asal Dapil II Aceh ini mengungkapkan, jika alasan pemerintah menaikkan gas elpiji karena digunakan oleh keluarga mampu, maka sebelum menaikkan, pemerintah perlu memastikan bahwa keluarga tidak mampu dan kurang mampu harus bisa tetap bisa membeli gas elpiji 3 kg dengan harga sebelum naik.

“Kenaikan gas elpiji 3 kg akan berdampak pada inflasi, karena akan membuat harga-harga lain akan naik,” tambahnya.

Menurut Anwar Idris, sistem barcode yang diusulkan pemerintah untuk distribusi gas elpiji 3 kg ke keluarga miskin diragukan efektivitasnya. “Selama ini penjualan elpiji 3 kg di tingkat masyarakat tidak bisa membedakan keluarga miskin dan keluarga mampu,” katanya.

Karena itu, lanjut dia, Kementerian ESDM harus mencari formula yang tepat, tepat teknologi, tepat data dan tepat sasaran. “Ini harus benar-benar diperhatikan, sehingga penyaluran bantuan tersebut tepat kepada masyarakat tidak mampu dan kurang mampu. Misalnya bekerjasama dengan Kemensos, BPJS, BPS, dan pemerintah daerah,” tandas politikus PPP asal Peusangan, Bireuen, ini.[]

Komentar
Terbaru