DATA BMKG 23 September 2020

Pemko Banda Aceh Diminta Inovasi Pengelolaan Parkir

Pemko Banda Aceh Diminta Inovasi Pengelolaan Parkir

Sabri Badruddin, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh.

HABADAILY.COM—Pemerintah Kota Banda Aceh diminta untuk melakukan inovasi terhadap sistem pengelolaan parkir di kawasan Banda Aceh. Hal ini disampaikan Sabri Badruddin, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh.

Sabri Badruddin menjelaskan, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banda Aceh jika dilihat dari kondisi lapangan itu sangat tinggi, namun angka itu stagnan, tidak ada peningkatan yang signifikan. “Kenyataannya, realisasi yang mampu dicapai dari tahun ke tahun belum pernah melebihi dari Rp4 miliar,” kata Sabri di Kantor DPRK Banda Aceh.

Padahal, lanjut dia, logikanya jika dihitung dari potensi pasar jumlah kendaraan yang ada di Banda  Aceh itu mencapai 250.000 kendaraan. “Dari 250 ribu kendaraan itu hanya sekali parkir saja dalam sehari, maka dapat menghasilkan PAD Rp25 miliar,” sebutnya.

Setelah potong 65 persen untuk tukang parkir, rincinya, maka 23 persen dari Rp25 miliar mencapai Rp9 miliar juga yang harus masuk kas daerah. “Ini masih hitungan terendah, bayangkan kalau hitunganyan full satu hari sekali saja parkir, bisa lebih besar lagi retribusi yang terkumpul,” ujar politisi Golkar itu.

Menurut Sabri, sejauh ini antara potensi dan realisasi belum berimbang. Karena itu, ia berharap ke depan biasa dibenahi sehingga sumbangan parkir pada PAD itu lebih meningkat.

Ada sistem regulasi yang harus kita perbaiki terhadap pengelolaan parkir ini. Artinya, memang teman yang mengelola parkir itu harus lebih serius, lebih berinovasi dalam rangka mengelola parkir sehingga menyumbangkan PAD untuk membantu walikota dalam membangun kota Banda Aceh,” tuturnya.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru