DATA BMKG 30 November 2020

Pekerja Pertamina Tolak Pengalihan Pengelolaan LNG

Pekerja Pertamina Tolak Pengalihan Pengelolaan LNG

HABADAILY.COM—Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Unit Pemasaran SPP Upms 1 Medan menggelar aksi menolak pengalihan bisnis gas atau LNG ke Perusahaan Gas Negara (PGN). Penolakan tersebut disampaikan dalam doa bersama di pintu masuk terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Krueng Raya, Aceh Besar, Senin (29 Juli 2019).

Koordinator wilayah Aceh SPP Upms 1 Medan, Zikrul Amar mengatakan aksi yang dilakukan pekerja Pertamina tersebut sebagai bentuk penolakan dari para pekerja terkait rencana pengalihan pengelolaan Liquefid Natural Gas (LNG) ke Perusahaan Gas Negara (PGN).

 “Bisnis LNG merupakan bisnis masa depan perusahaan. Apabila bisnis tersebut dialihkan ke PGN, maka berpotensi kehilangan pendapatan negara di Pertamina, katanya.

Para pekerja ini juga juga meminta pemerintah, dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memastikan Pertamina dapat menyusun program kerja rencana bisnis LNG yang mendukung securty of supply nasional, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Karena bisnis LNG ini merupakan bisnis jangka panjang yang usia kontraknya bisa mencapai 20-30 tahun, maka harus ada kejelasan kontrak jangka panjang antara seller buyer,” ujar Zikrul Amar.

Produksi LNG Indonesia saat ini sebesar 16 MT sekitar 7 persen LNG Dunia. Dan cadangan gas nasional sebesar 135 TSCF. Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar kelima setelah Qatar, Malaysia, Australia dan Nigeria. Dan pangsa pasar export LNG Indonesia adalah kawasan Asia Pasifik dan Amerika Utara.

“Negara importir pengguna LNG kita adalah Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Mexico, Thailand, India dan Uni Emirat Arab,” pungkasnya.[]

Komentar
Terbaru