Pemerintah Didorong Lestarikan Bordir Khas Aceh

Redaksi - habadaily
30 Mar 2019, 19:58 WIB
Pemerintah Didorong Lestarikan Bordir Khas Aceh

HABADAILY.COM—Permerintah perlu melestarikan kerajinan bordir khas Aceh dengan memberdayakan para perajinnya, selakaligus menciptakan pasar yang baik bagi produk yang dihasilkan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Dyah Erti Idawati dalam pelatihan Peningkatan Diversifikasi Produk Bordir Desa Ie Meulee, Kecamatan Suka Jaya, Kota Sabang, Jumat (29/03).

Namun demikian, ujar Dyah, produk bordir khususnya di Kota Sabang masih memerlukan berbagai peningkatan baik dari sisi kualitas desain, teknik pengerjaan, penempatan motif, perpaduan warna serta pemilihan kuakitas bahan yang digunakan. "Sabang ini salah satu sentra kerajinan bordir. Untuk mengatasi permasalahan ini, Dekranasda Aceh memberikan pelatihan diversifikasi bordir," kata Dyah. 

Dyah menyatakan, dirinya sangat yakin dengan potensi produk bordir di Sabang dapat dikembangkan menjadi aneka produk kerajinan yang dapat lebih bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Dyah menambahkan, industri kerajinan termasuk salah satu dari 16 bidang industri kreatif yang sangat potensial untuk terus dikembangkan, karena memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingginya minat pasar internasional terhadap produk industri kerajinan Indonesia, ujar Dyah, sungguh sangat menggembirakan. "Karena (produk kerajinan kita) memiliki sentuhan seni dan budaya dengan cita rasay ang tinggi dan sederet keunikan lainnya," kata Dyah. 

Melihat peluang tersebut, Dyah menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan bagi produk kerajinan bordir yang ada di Kota Sabang untuk memasuki pasar yang lebih luas. "Tentu saja dengan memperhatikan desain, kualitas dan harga yang dapat bersaing."

Ketua Dekranasda Kota Sabang, Mita Andriani, usai pelatihan itu, mengharapkan para perajin bordir bisa menjadi lebih mandiri, baik secara perseorangan maupun kelompok sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. "Ibu memiliki peran yang sentral dalam sebuah keluarga. Selain harus mengurus keluarga, seorang ibu juga harus memiliki ketrampilan yang dapat membantu perekonomian keluarga. Pelatihan ini merupakan momentum bagi masyarakat kota Sabang terutama para perajin di Desa Ie Meulee untuk dapat menambahkan pengetahuan dan kreatifitas," ujar Mita Andriani. 

Ada beberapa desain motif bordir yang didesain oleh warga Sabang yang telah mendapat sertifikasi oleh Direktur Kekayaan Republik Indonesia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Salah satunya adalah Motif Bungong U yang diciptakan oleh Kudus Nazardy. Ia adalah anggota Dekranasda Kota Sabang. “Semoga usai pelatihan akan lahir motif-motif lain yang nantinya juga bakal mendapat pengakuan sebagai salah satu motif kekayaan asal Sabang,” harapnya. []

Loading...