Tak Merespon Tuntutan Penolakan

Warga Curiga Plt Gubernur Aceh Ada Saham di PT EMM

Redaksi - habadaily
30 Des 2018, 12:30 WIB
Warga Curiga Plt Gubernur Aceh Ada Saham di PT EMM

HABADAILY.COM - Generasi Beutong Ateuh Banggalang (GBAB) sangat kecewa dengan sikap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang tidak merespon tuntutan warga menolak keberadaan tambang emas Pt Emas Mineral Murni (PT EMM).

Penolakan ini sudah cukup masif dilakukan oleh warga Kecamatan Beutong Ateuh Benggalang, Kabupaten Nagan Raya. Bahkan sudah menggelar aksi beberapa kali, hingga bertemu dengan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Tetapi hingga saat ini belum ada repson positif dari pihak Pemerintah Aceh.

Ketua GBAB, Zakaria mengaku, rasa kecewa masyarakat Beutong Ateuh Benggalang semakin memuncak, saat Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melakukan kunjungan kerja ke wilayah barat dan tengah Aceh menggunakan motor gede bersama Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) Aceh. Namun dia tidak bersedia berdialog dengan masyarakat soal penolakan PT EMM.

Bila seperti ini sikap yang diperlihatkan oleh Plt Gubernur Aceh, sebutnya, tidak salah masyarakat mencurigai ada politik kepentingan antara Nova Iriansyah dengan PT EMM tersebut.

“Kami jadi mencurigai, Plt Gubernur memiliki saham terselubung di PT EMM, makanya dia tidak berani bersikap untuk berdiri dalam satu sikap menolak tambang,” kata Zakaria, Minggu (30/12).

Kata Zakaria, sampai di Nagan Raya, Nova Iriansyah sempat meresmikan gedung sekolah trans lokasi Kreung Isep, Beutong. Lalu melanjutkan perjalanan menuju Beutong Ateuh Beunggalang.

“Sampai ke Beutong Ateuh Banggalang Plt Gubernur bersama timnya sempat singgah sebentar untuk melihat kolam budidaya ikan Kereuling,” jelasnya.

Mengetahui ada kunjungan Plt Gubernur Aceh, sebutnya, warga segera berdatangan untuk menemui Nova Iriansyah untuk mempertanyakan komitmen pemerintah terkait penolakan PT EMM.

“Tujuan masyarakat hanya satu, yaitu ingin mempertanyakan sikap Plt Gubernur terkait aspirasi masyarakat tolak tambang PT EMM,” jelasnya.

Sebelumnya Komisi II DPRA telah memberikan rekomendasi kepada Plt Gubernur Aceh terkait dengan PT EMM. Rekomendasi itu membentuk tim untuk melakukan upaya hukum terkait izin PT EMM. Namun hingga sekarang belum ada respon positif dari Pemerintah Aceh.

Zakaria mengaku semakin kecewa saat warga hendak bertemu Plt Gubernur, terkesan tim kunjungan kerja itu menghalangi warga untuk bertemu langsung saat itu.

“Mungkin ini karena merasa terusik dan tidak nyaman atas berbagai pertanyaan masyarakat, akhirnya Plt Gubernur bersama timnya melanjutkan perjalanan ke Aceh Tengah,” tukasnya.

Zakaria mengaku masyarakat Beutong Ateuh Banggalang benar-benar kecewa dengan sikap Plt Gubernur Aceh. Ia menilai ini tidak mencerminkan seorang pemimpin Aceh yang penakut dan tidak berani bersikap membela kepentingan masyarakat.

“Apa yang dilakukan oleh masyarakat tidak hanya persoalan lingkungan hidup, akan tetapi sedang memperjuangkan kekhususan dan kewenangan Aceh yang dirampas oleh pemerintah pusat terkait penerbitan izin PT EMM,” tukasnya.

Padahal DPRA sendiri, sebutnya, secara tegas telah mengeluarkan rekomendasi dan menolak keberadaan PT EMM. Sekarang tinggal political will (keinginan politik) dari Pemerintah Aceh agar bersikap secara tegas.[acl]

Loading...