Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Undang Investor ke Kawasan Industri Ladong

Redaksi - habadaily
21 Des 2018, 13:45 WIB
Pemerintah Aceh Undang Investor ke Kawasan Industri Ladong Humas Pemerintah Aceh

HABADAILY.COM - Pemerintah Aceh membuka peluang investasi kepada para investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk memanfaatkan Kawasan Industri Aceh (KIA) di Desa Ladong, Kecamatan Masjid Raya sebagai lokasi untuk membangun pabrik dan berbagai usaha industri.

KIA diresmikan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bersama Dirjen Dari Kementerian Industri, I Gusti Putu Suryawirawan, BPIW Kementerian PUPR, Iwan Nurwanto, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali dan Ketua TP2KIA, Mustafa Hasbullah.

Di Area seluas 66 hektar yang sudah dibebaskan dari 250 hektar yang direncanakan, Kawasan Industri Aceh memilki prospek yang sangat menguntungkan bagi para pengusaha. Selain berada di lokasi yang strategis karena dekat dengan Kota Banda Aceh dan Pelabuhan Malahayati, KIA juga sudah memilki  sarana pendukung seperti listrik dan air bersih.

“Kita akan mulai dari industri-industri halal, seperti makanan-makanan kecil, handicraft dan lain sebagainya, sehingga nantinya kita mampu memutus ketergantungan kita dengan daerah lain,” ujar Nova.

Nova meyakini, KIA akan mampu mengdongkrak pereknomian dan industri di Aceh serta menyejahterakan masyarakat. Kehadiran berbagai industri di dalam Kawasan Industri Ladong nantinya akan meningkatkan nilai tambah komoditas dan produk Aceh.

Beberapa kemudahan yang ditawarkan bagi para investor kata Nova seperti masa tenggang penyewaan lahan, para investor baru membayar sewa ketika sudah mulai beroperasi dan berproduksi. Selain itu, Kementerian Perindustrian juga menawarkan kemudahan perizinan dan pemberian insentif.

Kementerian perindustrian kata Nova juga akan membangun sekolah-sekolah vokasional maupun pusat pelatihan untuk mendukung kebutuhan tenaga terampil di kawasan KIA nantinya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pemanfaatan Kawasan Industri Aceh (P2KIA), Mustafa, menyampaikan pembangunan KIA Ladong sudah dilakukan sejak 2009. Namun, pembangunan sempat terhenti dan baru dilanjutkan setelah dibentuknya P2KIA pada 2015.

Mustafa mengatakan PLN sudah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan tersebut. Saat ini, PLN juga sedang membangun PLTG kapasitas 50 MW di Ladong. Sedangkan untuk kebutuhan air bersih akan diambil dari Krueng Aceh melalui PDAM Tirta Montala Aceh Besar.

Pada kesempatan tersebut, Mustafa juga menyampaikan saat ini sudah ada calon investor dari Malaysia dan Korea yang berencana untuk berinvestasi di KIA. Begitu juga dengan beberapa pengusaha lokal lainnya yang ada di Aceh. 

Beberapa calon investor dari dalam dan luar negeri juga ikut hadir pada peresmian KIA, antara lain dari PT. Medan Tropical Canning yang bergerak di bidang industri hasil laut, PT. Invilon Sagita yang bergerak di bidang Industri Pipa, PT. Asia Sakti Wahid Foods Manufacture yang bergerak di bidang produksi biskuit, Trans Continent dari Jakarta yang bergerak di bidang perkapalan, Logistik dan transportasi. 

Selain itu, perusahan dari luar negeri yang ikut serta seperti Perusahaan Sany Group dari Cina dan Taiwan Port Operator (Port of Kaohsiung) dari Taiwan.[***]

Loading...