Wakil Bupati Aceh Besar : Tinggalkan Tanaman Ganja, Beralih Tanam Jagung

Hafiz Erzansyah - habadaily
10 Okt 2018, 10:58 WIB
Wakil Bupati Aceh Besar : Tinggalkan Tanaman Ganja, Beralih Tanam Jagung

HABADAILY.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melakukan penanaman perdana jagung hibrida di Gampong Meunasah Teunong, Kemukiman Lamkabeu, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (9/10/2018).

Hadir Wakil Bupati, Tgk Husaini A Wahab bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan, Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Azhar beserta pejabat terkait lainnya melakukan tanam perdana jagung hibrida.

Luas tanaman jagung untuk Aceh Besar yang merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut mencapai 2.645 hektar. Dalam kesempatan itu, turut hadir unsur Kodim 0101/BS, Polres Aceh Besar, Kepala BPP, PPL, Mantri Tani, Babinsa, para petani setempat dan tokoh masyarakat.

 Tgk Husaini A Wahab mengharapkan agar petani dapat melaksanakan kegiatan ini secara baik dan sungguh-sungguh dengan harapan dapat memperoleh panen yang maksimal.

“Saya mengajak semua petani agar meninggalkan tanaman ganja dan seterusnya beralih kepada tanaman yang halalan thaiyibah seperti yang diprogramkan pemerintah saat ini,” kata Waled Husaini.

Dikatakannya, pelaksanaan program Ketahanan Pangan yang sedang digalakkan, terutama padi sawah, pada kenyataannya cukup membahagiakan yakni dengan luas baku sawah Aceh Besar seluas 31.998 hektar, dengan realisasi luas tanam MT Rendengan 2017/2018 seluas 29.641 hektar dari luas sasaran tanam 30.000 hektar.

Untuk gadu 2018 target sasaran 20.000 yang terealisasi 16.667 hektar, karena iklim ekstrim terjadi kemarau panjang. Selain itu, Aceh Besar lahannya cukup potensial untuk pengembangan palawija khususnya jagung dan kedelai.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Azhar menambahkan, tahun ini pengembangan jagung hibrida dilaksanakan di beberapa kecamatan di Aceh Besar seperti Pulo Aceh, Lhoong, Lembah Seulawah, Seulimeum, Kota Jantho, Kuta Cot Glie, Darussalam, Kuta Baro, Darul Imarah, serta Mesjid Raya.

Untuk suksesnya kegiatan itu, dukungan semua stakeholder sangat diharapkan guna mencapai hasil panen yang maksimal. Pengembangan jagung hibrida merupakan upaya untuk meningkatkan produksi jagung yang dilaksanakan melalui penggunaan benih unggul/hibrida dan dukungan pendampingan dan pengawalan oleh petugas kabupaten, PPL, POPT, PBT, mantra tani, dan Babinsa.

Azhar yakin , lahan penanaman jagung di kawasan Gampong Meunasah Teunong, Kecamatan Seulimuem yang berada di kaki Gunung Seulawah tersebut akan sangat subur. Untuk itu, ia mengharapkan para petani yang akan ikut serta dalam program penanaman jagung tersebut bekerja keras, karena lahan yang ada sangat cocok untuk komoditi tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan menjelaskan, untuk tahun ini, Aceh Besar mendapat porsi penanaman jagung seluas 2.645 hektar. Program tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Dengan luas lahan pertanian yang sangat luas dan subur, Aceh Besar menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Aceh. Insya Allah, dengan dukungan semua pihak, prestasi ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Kami memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras para petani selama ini,” puji A Hanan.

Ketua Kelompok Tani Harapan Baru Gampong Meunasah Teunong, Maimun juga berharap agar pemerintah terus membantu dan memotivasi petani setempat, sehingga penanaman jagung akan menggapai prestasi yang bagus.

Ia juga memaparkan, selama ini ada sejumlah kendala yang dihadapi petani, seperti bantuan permodalan, kawat duri, pengairan, dan motivasi yang berkelanjutan dari instansi terkait.

“Mudah-mudahan, tanaman jagung yang kita usahakan ini akan memetik hasil yang maksimal,” ungkap Maimun yang juga salah seorang tokoh masyarakat setempat.[acl]

Loading...