DATA BMKG 20 Januari 2021

Wakil Bupati Berkeinginan Aceh Tengah Jadi Produser Kuda

Wakil Bupati Berkeinginan Aceh Tengah Jadi Produser Kuda

Pancuan Kuda di Aceh Tengah | FOTO:HABADAILY.COM/IST

HABADAILY.COM - Dataran tinggi Gayo cukup dikenal dengan permainan pacu kuda tradisional. Setiap tahunnya dan pada peringatan hari-hari besar, pacu kuda selalu diperlombakan.

Pada acara Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018, sekaligus dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 73. Kembali dihelat perlombaan pacu kuda tradisional di lapangan Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Perlombaan ini dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus, Senin (17/9/2018). Perlombaan ini akan berakhir pada tanggal 23 September 2018. 

Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus mengatakan, even pacu kuda ini bisa memberikan semangat bagi peternak kuda untuk merawatnya dengan baik. Sehingga kedepannya, Aceh Tengah bisa menjadi pusat produser kuda.

"Kedepan Aceh Tengah harus jadi produser kuda, selama ini beli mahal dari luar, jadi sekarang harus jadi produser kuda, akan dibeli mahal dari kita. Pacuan kuda harus mengakomodir kepentingan masyarakat," kata Firdaus pada pembukaan pacu kuda. 

Firdaus berharap, pacu kuda ini bisa berkontribusi besar untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Khususnya bagi yang memelihara kuda di Takengon. Kedepan Aceh Tengah akan menjadi pusat perdagangan kuda yang baik, khususnya kuda lokal yang dimiliki di dataran tinggi Gayo.

Dia juga meminta pacu kuda tidak menjadi ajang melanggar syariat Islam. Tidak ada yang berjudi saat pacu kuda. Karena tidak sesuai dengan adat dan istiadat Gayo dan juga melanggar syariat Islam 

"Tidak boleh ada yang bermain judi," tukasnya.

Komentar
Baca Juga
Terbaru