Harga Sembako Stabil, Daging Tembus Rp 160.000

Redaksi - habadaily
13 Jun 2018, 11:21 WIB
Harga Sembako Stabil, Daging Tembus Rp 160.000

HABADAILY.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Nova Iriansyah meninjau langsung ke sejumlah pasar tradisional yang menjual sembako di Banda Aceh dan Aceh Besar. Nova bermaksud untuk memantau ketersediaan harga barang jelang Idul Fitri 1439 hijriah.

Lokasi pertama yang ditangi Wagub Aceh adalah pasar tradisional Peunayong di Jalan Kartini, lalu memantau pasar daging bersebelahan dengan pasar sembako itu.

Kemudian Wagub Aceh langsung menuju pasar induk Lambaro, Kabupaten Aceh Besar sekitar 4 kilometer dari kota Banda Aceh. Setelah meninjau pasar Lambaro, Wagub langsung bergerak meninjau gudang Bulog di Siron, Kabupaten Aceh Besar.

“Secara umum harga barang relatif stabil, tidak ada lonjakan pembeli,” kata Wagub Aceh, Nova Iriansyah, Rabu (13/6/2018) di Peunayong, Banda Aceh.

Tidak adanya lonjakan, Nova memperkirakan disebabkan adanya libur panjang. Meskipun pembeli yang ada di Pasar Peunayong tetap normal, namun yang membedakan tidak mengalami lonjakan pembeli seperti tahun lalu.

“Tidak ada lonjakan harga juga ada beberapa faktor lain, bukan hanya libur panjang. Libur panjang juga kurang baik, karena berkurang produktifitas,” jelasnya.

Sedangkan harga daging juga masih relatif stabil. Kata Nova, harga daging sapi Australi dibandrol Rp 150.000 per kilogram. Akan tetapi untuk sapi lokal di Aceh harga jauh lebih tinggi, yaitu bisa tembus Rp 170.000 per kilogram.

“Tetapi bila dibandingkan tahun lalu, masih relatif murah sekarang,” jelasnya.

Untuk menghadapi perayaan Idul Fitri 1439 hijriah. Nova telah melakukan pemantauan di sejumlah tempat. Sebelumnya Nova juga meninjau arus mudik di pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (12/6/2018). Pada kesempatan itu, Nova menanyakan perihal kenyamanan transportasi laut kepada penumbang yang akan menyeberang dari Banda Aceh ke Sabang.

"Mudah-mudahan semuanya aman. Jika ada keluhan dalam semua pelayanan, tolong disampaikan," kata Wagub Nova.

 

Wagub Nova meminta, semua stakeholder berkoordinasi dengan baik, sehingga pelayanan yang diterima masyarakat dapat maksimal.

Hingga H - 2 lebaran Idul Fitri, arus mudik dari pelabuhan Ulee Lheue terpantau lancar. Diperkirakan, kepadatan penumpang bakal terjadi paska-lebaran. Di mana, penumpukan penumpang bakal terjadi bukan karena arus mudik, melainkan kunjungan wisatawan yang mengagendakan liburan ke Pulau Sabang.

Untuk melayani pemudik dan wisatawan, ASDP mengoperasikan dua kapal very roro (kapal lambat) dan tiga kapal cepat yang akan melayani rute Ulee Lheue Banda Aceh - Balohan Sabang. Sementara ke Pulo Aceh, ASDP mengoperasikan satu very roro, yaitu KMP Papuyu.  Normalnya ada 3 trip kapal yang bolak-balik yang akan mengangkut sekitar 600 penumpang.

Selain itu, Wagub juga meninjau arus mudik menggunakan transportasi darat di Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Senin (11/6/2018). Tinjauan tersebut dilakukan jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada hari Jumat mendatang.

Wagub Nova mengatakan, secara umum pelaksanaan mudik tahun 2018 berjalan lancar. Untuk memastikan keamanan perjalanan, para sopir juga dilakukan tes urin guna mengetahui bahwa mereka terbebas dari narkoba

"Antara petugas dengan pengusaha bus kita minta saling berkoordinasi dan pastikan kenyamanan penumpang harus diutamakan," pintanya.

Kepada para penumpang, Wagub Nova meminta agar senantiasa mengingatkan sopir bus, agar tidak ugal-ugalan dalam menyupiri kendaraan. Tujuan dari mudik, kata Nova, adalah silaturrahmi. Karena itu, ia meminta sopir bus berhati-hati dalam perjalanan.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi, mengatakan dalam pekan ini tren penumpang yang mudik mengalami penurunan.

"Tertinggi adalah pada H-6 lebaran," kata Junaidi.

Hal tersebut terjadi diakibatkan libur panjang yang telah dimulai pada pekan lalu. Namun demikian, pengusaha bus dan Perum Damri menyediakan hingga 50 unit bus yang akan melayani penumpang. Diketahui bahwa seluruh bus terisi penuh.

"Dalam kondisi normal semalam ada 35 bus yang berangkat. Mudik kali ini ada peningkatan hingga 50 unit bus," tutup Junaidi.[acl]

Loading...