DATA BMKG 25 November 2020

Air dan Pupuk Masih Menjadi Keluhan Utama Petani Pidie

Air dan Pupuk Masih Menjadi Keluhan Utama Petani Pidie

Abusyik bertemu warga Gampong Kumbang, Trueng Campli, Pidie, Rabu (15/1/2017 |Rudi Habadaily.com

HABADAILY.COM – Kebutuhan air dan pupuk masih menjadi keluhan utama petani di sejumlah gampong di Kaupaten Pidie. Hal itu mengemuka dari keluhan warga setiap gampong yang didatangi Bupati Pidie, Roni Ahmad alias Abusyik dalam kunjungan kerjanya ke gampong-gampong.

Seperti petani di Gampong Kumbang Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie. Mereka mengaku sudah terlambat untuk menanam padi pada musim rendengan ini. Menurut mereka, biasanya untuk saat ini umur padi sudah remaja, namun saat ini masih baru manabur bibit.

Kondisi ini disebabkan kurangnya pasokan air ke areal persawahan di daerah mereka. Selain terkendala dengan irigasi juga disebabkan musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pidie tiga bulan lalu, sehingga petani tidak bisa membajak sawah untuk menanam padi.

"Kami di sini harus menunggu turun hujan baru bisa menanam padi, kalau tidak ada hujan maka sudah terlambat seperti saat ini," keluh seorang warga kepada Abusyik saat berkunjung ketempat mereka dalam program saweu gampong, Rabu (15/11/2017).

Mereka berharap pemerintah Pidie yang baru ini dapat menyelesaikan persoalan krisisnya air untuk petani, sesuai dengan motto Bupati dan janji semasa kampanye dengan visi misi gle Blang laot (gunung sawah dan laut).

Abusyik Berjanji

Sementara Abusyik menyahuti pertanyaan-pertanyaan dan keluhan warga, ia berjanji akan mencari solusi untuk mengatasi krisis air bagi petani termasuk kelangkaan pupuk yang selalu dikatakan petani saat musim tanam padi.

Abusyik menegaskan dalam waktu dekat meminta SKPK terkait untuk meninjau langsung ke Irigasi Pinto Satu, Kecamatan Tiro sehinga mengetahui kendalanya. Sehingga masyarakat mudah mendapatkan air untuk dialiri ke sawah yang digarap. Selain itu, Abusyik juga akan memanggil satgas bagian pupuk untuk mencari tau penyebab kelangkaannya pupuk di Pidie.

"Perlu kita ketahui bersama untuk pupuk subsidi dalam setahun hanya sekali diberikan, karena kita menanam padi dua kali dalam setahun maka bisa jadi akibat dari itu pupuk menjadi langka, tapi saya juga akan mencari solusi untuk soal pupuk," ujar Abusyik. [jp]

Komentar
Terbaru