DATA BMKG 27 Januari 2020

Selama April 2017, Tiga Kota di Aceh Alami Deflasi

Selama April 2017, Tiga Kota di Aceh Alami Deflasi

Ilustrasi laporan keuangan

HABADAILY.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh merilis, tiga kota di Aceh mengalami deflasi (penurunan nilai) selama bulan April 2017. Deflasi tertinggi terjadi pada sektor pekembangan indeks harga konsumen.

Tiga kota tersebut yakni Kota Banda Aceh terjadi deflasi sebesar 0,10 persen, Kota Lhokseumawe 0,68 persen dan Kota Meulaboh 0,52 persen. Secara agregat untuk Aceh secara keseluruhan mengalami deflasi sebesar -0,33 persen.

Sedangkan laju infalsi (kenaikan nilai) di tiga kota tersebut pada april 2017, Untuk Kota Banda Aceh sebesar 0,22 persen, Kota Lhokseumawe 2,59 persen, dan Kota Muelaboh 1,16 persen, sedangkan Aceh secara keseluruhan di posisi 0,51 persen

Sementara itu, inflasi Year on Year (April 2017 terhadap April 2016) untuk Banda Aceh sebesar 4,11 persen, Lhokseumawe 3,31 persen dan Meulaboh 4,33 persen serta Provinsi Aceh pada posisi 3,90 persen

“Deflasi yang terjadi di Provinsi Aceh disebabkan oleh penurunan Indeks Harga Konsumen kelompok bahan makanan sebesar -3,25 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar -0,0004 persen,” papar Kepala BPS Aceh, Wahyudin MM di Aula BPS setempat, selasa (02/05/2017).

Sedangkan untuk kelompok lainnya mengalami inflasi yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,95 persen. Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,79 persen. Kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau sebesar 0,64 persen.
Kelompok sandang sebesar 0,51 persen. Dan kelompok kesehatan 0,19 persen.

Beberapa komuditas di Aceh mengalami kenaikan harga pada bulan April 2017 seperti tarif listrik dengan andil sebesar 0,2101 persen, angkutan udara sebesar 0,0887 persen, nasi dengan lauk sebesar 0,0793 persen, jeruk sebesar 0,0338 persen, emas perhiasan sebesar 0,0268 persen, tarif pulsa ponsel sebesar 0,0201 persen, dan ikan goreng sebesar 0,0168 persen.

Untuk komuditas yang mengalami penurunan harga antara lain daging ayam ras dengan andil sebesar -0,1916 persen, beras sebesar -01153 persen, udang basah sebesar -0,1072 persen, tongkol/ambu ambu sebesar -0,0644 persen, pepaya sebesar -0,0515 persen dan cabe rawit sebesar -0,0462 persen.

Dari 23 kota di Pulau Sumatra, 10 kota mengalami inflasi dan 13 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen dan yang terendah di Kota Tembilahan sebesar 0,02 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Lhokseumawe sebesar 0,68 persen.[jp] 

Komentar
Baca Juga
Terbaru