DATA BMKG 13 Desember 2019

Muharuddin: Ingatlah di Jidat Kita Ada 'Tulisan' Aceh

Muharuddin: Ingatlah di Jidat Kita Ada 'Tulisan' Aceh

Tgk. Muharuddin saat bersilaturrahmi dengan relawan pemenangannya dan masyarakat kota Langsa, Rabu malam (20/2/2019), di Gampong Paya Bujok Beuramoe, Langsa.

HABADAILY.COM - Calon Legislatif DPR-RI Partai NasDem Dapil Aceh 2 nomor urut 2, Tgk. Muharuddin, mengingatkan generasi muda Aceh untuk menjaga nama baik Aceh, dengan tidak melakukan hal-hal negatif yang dapat mencoreng nama Aceh.

"Pemuda adalah pondasi negara, maka baik buruknya suatu bangsa atau daerah, tergantung dari para pemuda dan pemudinya. Jika pemuda 'sehat' Insya Allah Aceh akan lebih baik di masa yang akan datang. Namun jika para pemuda malas-malasan, anarkis, suka mabuk-mabukkan, maka adik-adik kita akan mengikuti jejak kita," kata Tgk. Muharuddin saat bersilaturrahmi dengan relawan pemenangannya dan masyarakat kota Langsa, Rabu malam (20/2/2019), di Gampong Paya Bujok Beuramoe, Langsa.

Tgk. Muhar menjelaskan Aceh merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam. Aceh pernah dipimpin oleh para ulama dan banyak ulama-ulama kharismatik di Aceh. Hal ini menjadi beban moral bagi semua pihak di Aceh untuk menjaga nama baik Aceh.

"Untuk itu, jika kita ingin melakukan hal-hal negatif, maka ingatlah di jidat kita 'tertulis' nama Aceh. Marilah kita menjaga diri, khususnya bagi putra dan putri Aceh," ungkapnya.

Mantan Ketua DPR Aceh periode 2014-2018 ini menambahkan, saat ini Aceh menjadi daerah yang dikenal sebagai lumbung narkoba. Para pemuda yang dulunya hanya mengenal ganja, namun kini banyak yang telah menggunakan sabu-sabu.

"Untuk itu, inilah tugas para pemuda, kalian harus menjadi 'cermin' bagi adik-adik kalian, dengan membentengi diri pengaruh narkoba dan pengaruh gaya hidup dan paham-paham luar yang tidak baik," ujarnya.

Selain itu, politisi partai Aceh ini juga berpesan agar para orang tua dapat berperan penuh dalam mendidik anak mereka dan menjaga dari pengaruh hal-hal negatif.

"Sekarang jarang sekali kita mendengar lantunan shalawat saat orang tua menidurkan anaknya. Anak-anak balita juga sudah dikenalkan dengan handphone, padahal kalau kita lihat, pengaruh gadget dan teknologi sangat berdampak buruk bagi anak usia dini," ujar Wakil Sekjen DPA-PA ini.

"Untuk itu, selain mengajak pemuda membentengi diri dari hal-hal negatif, saya juga mengajak para orang tua untuk berperan menyikapi persoalan negatif yang ada di Aceh saat ini, karena itu bukan hanya menjadi tugas kepolisian, guru, ataupun teungku-tengku dayah. Pendidikan yang terbaik untuk anak adalah pendidikan yang diajarkan oleh para orang tua," tambahnya.

Harapkan Beasiswa untuk Santri

Usai bersilaturrahmi dengan para relawan dan masyarakat Langsa, Tgk. Muharuddin dan rombongan berkunjung ke Dayah Darul Abrar di Gampong Alue Beurawe, Tualang Teungoh, Kota Langsa.

Dalam silaturrahmi ini, para ustadz dan santri Dayah Darul Abrar berharap Tgk. Muharuddin dapat memperjuangkan bantuan selain fisik untuk dayah di Aceh, khususnya Langsa, seperti halnya bantuan beasiswa untuk para santri.

"Kami di dayah ini ada santri yang tidak bisa melanjutkan pendidikan, karena tidak ada lagi kiriman dari orang tua. Untuk itu, kami harapkan ada beasiswa untuk para santri," kata perwakilan santri Dayah Darul Abrar.

Menanggapi hal itu, Tgk. Muhar menjelaskan DPRA sebelumnya telah menetapkan Qanun Penyelenggaraan Pendidikan Aceh yang didalamnya tertuang tentang kesetaraan hak antara pendidikan umum dengan pendidikan di dayah.

"Kami telah mengupayakan agar ada persamaan hak antara pendidikan umum dan dayah, tidak kemudian para santri dayah itu dianaktirikan. Namun kebijakan untuk menindaklajuti itu ada di eksekutif. Selama ini memang telah diupayakan beasiswa untuk para santri yang akan melanjutkan S1 (strata-1)," jelasnya.

Mengenai beasiswa untuk santri seperti halnya untuk para pelajar SMA ataupun SMP, Tgk Muhar mengatakan akan membawa masukan tersebut untuk dibahas di DPR Aceh, agar dapat diperjuangkan bantuan beasiswa khusus untuk para santri.

"Ini masukan yang sangat baik, akan saya tampung dan coba kami bahas di DPRA. Semoga nantitinya dapat dilakukan perubahan Qanun Penyelenggaraan Pendidikan Aceh atau ditetapkan kebijakan gubernur Aceh terkait beasiswa khusus untuk para santri yang tidak mengikuti pendidikan umum (SMP-SMA)," imbuhnya. 

 

Laporan Reza Gunawan Untuk Habadaily.com
 

Komentar
Baca Juga
Terbaru