DATA BMKG 26 Februari 2021

Penulis “Tokoh-Tokoh Yang Mencengangkanku” Sambangi Ruman Aceh

Penulis “Tokoh-Tokoh Yang Mencengangkanku” Sambangi Ruman Aceh

Pendiri dan pembina Ruman Aceh, Ahmad Arif (kiri), menerima hadiah buku dari Abdul Hamid M Djamil Lc MAg di basecamp Ruman Aceh.

HABADAILY.COM—Lembaga Pendidikan dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh disambangi penulis muda Aceh nan produkfit, Abdul Hamid M Djamil Lc MAg pada Sabtu (16/1/2021) siang.

Abdul Hamid diterima langsung oleh Pendiri dan Pembina Ruman Aceh Ahmad Arif yang sedang berkegiatan bersama beberapa relawan pustaka di basecamp mereka yang berada di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.

Selain hendak bersilaturrahim, Abdul Hamid juga menghadiahkan buku terbarunya bersama Khalid Muddatsir Lc yang diterbitkan Bandar Publishing pada awal Januari 2021. Judulnya, “Tokoh-tokoh Yang Mencengangkanku, Vol. 2” yang mengangkat kiprah 5 tokoh dari belahan negeri Arab dan Aceh.

“Kisah perjalanan dan perjuangan pendiri Ruman Aceh menjadi 1 dari 5 tokoh yang kami angkat pada volume kedua ini. Kami hadiahkan buku sederhana ini sebagai apresiasi sekaligus merekam jejaknya bagi generasi sekarang dan penerus nanti,” ujar Abdul Hamid, mahasiswa doktoral pada  salah satu kampus di Sudan.

Kelima tokoh yang diangkat pada volume ini, kata Abdul Hamid, menurut banyak pendapat, merupakan sosok yang dapat diterima oleh semua kalangan. Lalu, kepribadian dan pengabdian atau kontribusi mereka kepada masyaakat relevan dengan kondisi kita saat ini.

“Masyarakat Indonesia, termasuk Aceh, ditengarai masih rendah minat baca. Hadirnya Ruman Aceh melalui pustaka komunitas dan MIBARA (minggu baca rame-rame) secara konsisten dan berkelanjutan, sedikit banyak telah mengatrol minat baca masyarakat kita,” ungkap Abdul Hamid.

Konsistensi Berbuah Apresiasi

Konsistensi Ruman Aceh itu, kata Abdul Hamid, mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, baik Aceh maupun pusat dalam tiga tahun berturutan, 2017-2019.

Tahun 2017, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ruman Aceh menyabet peringkat pertama dalam ajang bergengsi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh. Sementara di tingkat nasional, Ruman Aceh meraih peringkat ke 6 pada ajang serupa yang digelar Kemdikbud di Bangka Belitung.

Masih dalam ajang serupa, tahun 2018, kreativitas Ketua PKBM Ruman Aceh berhasil meraih juara pertama di Aceh dan ke 7 pada level nasional di Pontianak. Sedangkan pendiri Ruman Aceh, setelah melalui rangkaian panjang seleksi secara nasional, mendapat anugerah Insan Peduli Pendidikan dari Kemdikbud di Jakarta pada akhir 2019.

Sementara itu, atas nama Ruman Aceh, Ahmad Arif berterima kasih atas atensi dan apresiasi yang diberikan Abdul Hamid melalui rekam jejak dalam bentuk buku yang kontennya sangat positif dan mampu membangkitkan jiwa para pembacanya.

“Sesungguhnya masih banyak di luar sana sosok inspiratif yang terus bergerak dalam diam. Meski demikian, kami berterima kasih sekali atas atensi dan apresiasi nan tulus dari penulis. Alhamdulillah dan terima kasih pula kepada semua sahabat yang pernah dan atau masih terus membersamai khidmah sederhana Ruman Aceh,” kata Arif.

Sebelum ini, imbuh Arif, Abdul Hamid telah menghadiahkan beberapa karyanya untuk pustaka Ruman Aceh. Seperti, “Umat Bertanya Waled Menjawab, Vol. 1”, “Tokoh-tokoh yang Mencengangkanku, Vol 1” dan “Seperti Inilah Islam Memuliakan Wanita”.

“Jangan lupa ungkapan motivatif dari negeri Arab yang menjadi slogan pustaka Ruman Aceh, khairu jalisin fiz zamani kitabun. Bahwa kawan duduk terbaik sepanjang waktu adalah buku (aktivitas membaca),” pungkas Arif.[]

 

 

Komentar
Baca Juga
Terbaru