DATA BMKG 30 Juli 2021

Pelaku Pelecehan Seksual Dicambuk di Taman Sari

Pelaku Pelecehan Seksual Dicambuk di Taman Sari

Seorang pelanggar syariat Islam menjalani hukuman cambuk di Taman Sari, Banda Aceh, Senin (7/12/2020). Foto: Antara Aceh/M Haris

HABADAILY.COM—Enam pelanggar syariat Islam yang divonis bersalah oleh Mahkamah Syariah Banda Aceh menjalani hukuman cambuk. Satu di antaranya merupakan pelaku pelecehan seksual.

Prosesi uqubat cambuk tersebut berlangsung terbuka di Taman Bustanussalatin (Taman Sari) Banda Aceh, Senin (7/12), denganmenerapkan protokol kesehatan yang ketat. Wartawan yang meliput serta masyarakat menyaksikan eksekusi diharuskan menjaga jarak, tidak berkerumunan, serta memakai masker.

Enam terpidana pelanggaran syariat syariat Islam tersebut yakni Djoni alias Apong (60) dan Mulyadi bin M Gade (41). Keduanya divonis bersalah melakukan maisir atau perjudian sabung ayam dengan hukuman masing-masing 10 kali cambuk.

Kemudian, terpidana Marzuki (55), M Anshari bin Ayyub (31), dan Anjar Asli Yanti binti Asli Bakhtiar. Ketiganya divonis bersalah melakukan maisir. Terpidana Marzuki dan Anjar Asli Yanti dihukum 30 kali cambuk, sedangkan M Anshari bin Ayyub dihukum 40 kali cambuk.

Selanjutnya terpidana Muzakir alias Zaki bin M Jalal Sabil, dihukum bersalah melakukan tindak pidana pelecehan seksual dengan hukuman 40 kali cambuk dipotong masa tahanan tiga bulan sebanyak tiga kali cambuk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh Heru Triwijanarko mengatakan ke-enam terpidana tersebut sebelumnya ditangkap polisi.

"Mereka divonis bersalah setelah sebelumnya ditangkap polisi dalam kasus judi sabung ayam, judi togel atau nomor buntut serta pelecehan seksual," kata Heru Triwijanarko.

Heru Triwijanarko menyebutkan pelaksanaan hukuman cambuk terhadap enam terpidana pelanggaran syariat Islam tersebut merupakan yang ke enam sepanjang 2020.

"Pelaksanaan eksekusi dilakukan tim Kejaksaan Negeri Banda Aceh. Kami hanya memfasilitasi tempat serta mendukung pelaksanaan hukuman cambuk tersebut," kata Heru Triwijanarko.[ant/*]

Komentar
Terbaru