DATA BMKG 22 September 2020

Pemerintah Aceh Dapat Anugerah KPAI

Pemerintah Aceh Dapat Anugerah KPAI

Wakil Ketua TP PKK Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT bersama Kepala DP3A, Nevi Ariyani, SE, memperlihatkan penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam seremonial penyerahan anugerah secara virtual yang di Ruang Rapat Gubernur, Banda Aceh, Rabu 22/07.

HABADAILY.COM—Pemerintah  Aceh raih Penghargaan Perlindungan Anak Tahun 2020 dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Aceh dinilai memiliki komitmen serius dalam penyelenggaraan perlindungan anak,  dan melaporkan capaian berbasis Sistem Informasi Monitoring Evaluasi Pelaporan (SIMEP).

Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Ketua PKK Aceh Dyah Erti Idawati dalam seremonial penyerahan secara virtual yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (22/07).

"Penghargaan ini menjadi pemicu bagi kita untuk lebih giat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi perlindungan anak," kata Dyah Erti Idawati.

Data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh tercatat bahwa angka kekerasan anak dan perempuan di provinsi Aceh mencapai 1.044 kasus pada 2019. Hampir setengah di antaranya adalah kasus kekerasan terhadap anak dan angka itu kini terus menurun.

Dyah mengatakan pemerintah terus mengedukasi masyarakat untuk memberikan kesadaran dan terus memperkuat kelembagaan, serta membangun jaringan untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Aceh.

"Menghilangkan angka kekerasan perempuan dan anak menjadi tanggung jawab bersama, bukan beban dari Dinas Pemberdayaan Perempuan  dan Anak saja," kata Dyah.

Ketua KPAI Dr Susanto mengatakan anugerah itu diberikan bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pemerintah kabupaten/kota serta individu yang dinilai berperan dan punya komitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi anak. Dengan anugerah itu diharapakan kualitas perlindungan anak di Indonesia semakin baik.

"Berbagai inovasi yang telah dilakukan kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/kota serta individu diharapkan terus memberikan kebangkitan pada perlindungan anak di Indonesia," kata Susanto.

Susanto menyebutkan, pada era revolusi Industri atau 4.0, KPAI dalam menjalankan tugas juga terus berupaya untuk connecting dengan era digital. Era ini menuntut tata kelola pemerintahan transparan dan berkinerja cepat serta adaptif terhadap teknologi.

Dalam memberikan penilaian bagi pihak yang mendapatkan penghargaan, KPAI menilai berdasarkan E-SIMEP atau Sitem Monitoring dan Evaluasi Perlindungan Anak.

Aplikasi ini menjadi sarana atau wadah bagi KPAI dalam menerima masukan dari stakeholder terkait. Dengan aplikasi SIMEP ini pula, pemerintah daerah se-Indonesia dapat melaporkan perkembangan penyelenggaraan perlindungan anak tanpa terkendala waktu, ruang maupun geografis.

"Alhamdulillah partisipasi dari kementerian dan Pemda luar biasa. Karenanya kami memberikan apresiasi. Harapannya capaian perlindungan anak di Indonesia telah terpotret dengan baik," kata Susanto.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru