DATA BMKG 02 Juni 2020

Ini Rekomendasi Unsyiah Terkait Pencegahan Corona

Ini Rekomendasi Unsyiah Terkait Pencegahan Corona

Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU.

HABADAILY.COM—Universitas Syiah Kuala melalui Satuan Tugas Covid-19 memberikan beberapa rekomendasi untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU mengatakan rekomendasi tersebut ditujukan kepada beberapa pihak pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta masyarakat luas lainnya.

Menurutnya, sampai saat ini terdapat kekhawatiran dari WHO bahwa virus corona ini tidak saja menular melalui droplet, namun memiliki kemungkinan penularan melalui udara (airborne).

“Oleh karena itu, guna memperkuat langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan mengamati perkembangan di Aceh, maka Unsyiah memberikan rekomendasi kepada pimpinan daerah, majelis ulama, tokoh masyarakat, media massa, dunia usaha dan masyarakat luas,” ucap Rektor di Banda Aceh, Selasa (24/3/2020).

Kepada gubernur dan bupati/walikota, diharapkan dapat melakukan beberapa hal berikut:

1. Melakukan pembatasan dan pengawasan akses ke/dari Provinsi Aceh, melalui jalur darat, laut, dan udara, baik akses domestik maupun internasional (pesawat, kapal kargo, kapal pesiar, dan lainnya). Termasuk jalur penerbangan ke/dari Simeulue, Rembele, dan Lhokseumawe.

2. Memberlakukan jam malam sementara di seluruh wilayah Aceh untuk mencegah keramaian hingga krisis COVID-19 berakhir. Memperpanjang masa belajar dari rumah bagi anak-anak sekolah dan perluasan masa bekerja dari rumah bagi pegawai pemerintah.

3. Melakukan pembatasan aktifitas masyarakat di luar rumah, termasuk membatasi perkumpulan orang lebih dari 10 orang. Mengajak para ulama, tokoh agama, tokoh adat/masyarakat, dan pengelola masjid untuk memberikan edukasi bagi masyarakat dalam upaya mengurangi potensi penyebaran virus.

4. Menjadikan mesjid/meunasah sebagai mitra efektif pemerintah dalam upaya pengendalian wabah penyakit berbahaya ini. Memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang memadai untuk para tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, dan tenaga medis-paramedis lainnya, yang bertugas di berbagai rumah sakit dan  puskesmas  di Aceh. 

5. Memastikan para tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan Covid-19 mendapatkan asupan gizi dan suplemen untuk imunitas tubuh yang cukup. Memastikan ketersediaan dan kecukupan ruang perawatan darurat/Respiratory Intensive Care Unit (RICU) beserta tenaga kesehatan terkait, dan ambulans standar Covid19 di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

6. Menambah laboratorium yang dapat melakukan uji Real Time Polymerase Chain Reaction untuk deteksi virus COVID-19, selain Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh, mengingat jumlah sampel yang perlu diuji diperkirakan akan melonjak dalam beberapa waktu ke depan. Unsyiah memiliki sumberdaya manusia dan peralatan yang cukup, serta siap ditunjuk untuk menjadi laboratorium uji.

7. Memastikan ketersediaan dan kecukupan peralatan medis dan non medis lain untuk pelayanan regular di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh. Meminta media massa (cetak dan elektronik) untuk terlibat membantu diseminasi pesan-pesan edukasi COVID-19 secara masif kepada masyarakat. Memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang wajar di pasaran.

Sementara kepada majelis ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat diharapkan:

1. Mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Menberikan edukasi bagi masyarakat dengan pendekatan religius-kultural dalam upaya mengurangi potensi penyebaran virus.

2. Menjadikan masjid/meunasah sebagai mitra pemerintah dalam upaya pengendalian wabah COVID-19. Menghimbau para pemuka agama dan masyarakat, agar tidak menggelar kegiatan yang menghimpun banyak orang untuk sementara waktu, khususnya kegiatan yang bukan ibadah wajib/rutin (seperti ceramah, pengajian, zikir, dan lainnya).

3. Menghimbau dayah/pesantren untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus dan memberikan edukasi bagi para santri dalam mengurangi potensi penyebaran virus. Mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi himbauan Pemerintah demi kesehatan dan keselamatan bersama.

4. Mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan materil kepada para tenaga kesehatan, dan pasien beserta keluarganya yang terdampak infeksi virus corona.

Lalu kepada media massa,  diharapkan dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Menyampaikan pesan-pesan edukasi COVID-19 secara masif kepada masyarakat melalui iklan layanan masyarakat dan konten yang mudah dipahami.

2. Mempublikasikan informasi terkait layanan penanganan Covid-19 yang ada di daerah.

Kemudian untuk masyarakat luas, Unsyiah menghimbau sebagai berikut:

1. Tetap tenang dan tidak panik, senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari ancaman pandemic Covid-19.

2. Mematuhi himbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah, hanya bepergian untuk urusan penting, dan menjaga jarak fisik minimal dua meter (Physical Distancing) demi kesehatan dan keselamatan kita bersama.

3. Menjalankan prinsip etika batuk (tutup mulut, pakai sapu tangan/tisu).

4. Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau pembersih kuman (hands sanitizer).

5. Menjaga kebersihan, kesehatan, dan kebugaran tubuh.

6. Menkonsumsi makanan sehat untuk meningkatkan ketahanan tubuh.

7. Menjaga kesehatan rumah dengan ventilasi/sirkulasi udara yang cukup.

8. Membekali diri dengan pengetahuan praktis tentang pencegahan Covid-19.

9. Mencatat alamat dan nomer kontak pusat informasi dan penanganan Covid-19 terdekat.

10. Bila mengalami demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas, segera memeriksakan diri ke tempat yang telah ditentukan dan menggunakan masker. 

11. Saling membantu, baik berupa moril maupun materil, dan memberi dukungan kepada pasien dan keluarganya yang terdampak infeksi virus corona.

Lalu untuk dunia usaha baik itu pihak swasta, BUMD dan BUMN yang ada di Aceh, diharapkan:

1. Membantu pemerintah dalam penanganan pandemik ini melalui berbagai upaya, seperti pengalokasian dana sosial (CSR), pemenuhan APD dan kelengkapan fasilitas kesehatan, pemenuhan kebutuhan para tenaga kesehatan, edukasi publik tentang pencegahan Covid19 dan lain-lain.

“Kami berharap rekomendasi ini dapat dilaksanakan sesuai dengan peran kita masing-masing. Dengan demikian, atas izin Allah, kami yakin wabah virus corona ini bisa segera mereda dan kita bisa beraktivitas kembali,” pungkas Prof Samsul.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru