DATA BMKG 27 Februari 2020

Hasil Penelitian Dampak Kenaikan Air Laut Diserahkan ke Walikota Banda Aceh

Hasil Penelitian Dampak Kenaikan Air Laut Diserahkan ke Walikota Banda Aceh

TDMRC menyerahkan hasil penelitian tentang dampak kenaikan muka air laut kepada Aninullah Usman.

HABADAILY.COM—Tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) beraudiensi dengan Walikota Banda Aceh Aminullah Usman di Pendopo Walikota, Selasa (21/1). Di kesempatan itu, TDMRC menyerahkan hasil penelitian tentang dampak kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim di pesisir Banda Aceh.

Hasil riset itu berjudul Strategi Mitigasi Bencana Tsunami dan Banjir Rob yang Diperparah oleh Kenaikan Muka Air Laut Akibat Perubahan Iklim. Penelitian ini telah berlangsung sejak 2016 hingga akhir tahun 2019 yang didukung PEER USAID.

Peneliti TDMRC Unsyiah, Dr Syamsidik ST MSc mengatakan kajian ini berguna untuk mengetahui prediksi ke depan yang akan terjadi di Banda Aceh terutama terkait tsunami dan banjir rob. Salah satu hasil kajian TDMRC menunjukkan jika pesisir Banda Aceh akan mengalami kenaikan muka air laut. Diprediksikan 50 tahun mendatang, 3 persen dari total luas Kota Banda Aceh akan terendam. Angka ini akan meningkat 11 persen dalam waktu 100 tahun jika tidak ada pengembangan tepat di kawasan tersebut. Bahkan, luasan genangan tsunami diprediksi bertambah 28 persen dari cakup rendaman saat tsunami 2004 silam.

“Dengan pengaruh kenaikan air laut, tsunami akan tiba lebih cepat yang artinya waktu evakuasi menjadi lebih singkat dan daya rusaknya pun lebih kuat,” ujarnya.

Wakil Rektor Unsyiah Bidang Akademik Prof Marwan mengatakan kota Banda Aceh menghadapi masalah baru yaitu perubahan iklim, khususnya kenaikan air laut. Ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat pesisir, seperti banjir rob.

Ia berharap penelitian ini menjadi bahan acuan Pemkot Banda Aceh untuk melahirkan kebijakan serta mendesain program mengatasi permasalahan tersebut. Unsyiah juga siap bekerja sama melakukan transfer knowledge atau teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi terhadap upaya meningkatkan ketahanan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tsunami dan banjir rob di Kota Banda Aceh, katanya.

Sementara itu, Walikota Banda Aceh mengucapkan terima kasih atas hasil penelitian ini. Ini menjadi landasan bagi pemerintah kota untuk melakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi datangnya bencana. Aminullah juga menyebutkan jika saat ini Banda Aceh telah menjadi daerah penelitian terkait bencana.

“Bencana memang tidak dapat diprediksi, tetapi mengedukasi masyarakat harus dilakukan sejak sedini mungkin, katanya.

Selain Banda Aceh, penelitian ini juga dilakukan di Kota Mataram dan Kota Ambon. Ketiga kota ini memiliki ancaman serius terahdap bahaya pesisir, seperti banjir rob, erosi pantai, hingga tsunami.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru