DATA BMKG 15 Desember 2019

Pengguna Narkoba di Aceh Peringkat 12 Nasional

Pengguna Narkoba di Aceh Peringkat 12 Nasional

Kampanye anti narkoba di Banda Aceh.

HABADAILY.COM—Angka pengguna Narkotika di Aceh menempatkan posisi terbanyak ke-12 secara nasional. Peredaran narkoba di Aceh juga sudah merambah ke seluruh pelosok desa.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM pada kampanye anti narkoba yang digelar jajarannya, Minggu, 1 Desember 2019. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba  Internasional (HANI) tahun 2019.

Alhudri mengatakan penyalahgunaan narkotika dengan berbagai jenis sudah berada pada taraf yang sangat memprihatinkan. Bahkan, peredaran barang haram Napza kini bukan lagi hanya di kota-kota, tapi juga sampai ke desa-desa.

"Aceh juga tidak luput dari pengaruh buruk peredaran barang haram tersebut, terutama dikalangan remaja. Sudah cukup banyak generasi Aceh yang jatuh dalam pelukan benda haram itu. Data dari BNNP Aceh menyebutkan, lebih 73.000 penduduk Aceh adalah pengguna narkoba," kata Alhudri.

Karena itu, ia mengajak kepada seluruh penghuni bumi Aceh dan Indonesia secara umum, untuk menyatakan perang besar-besar terhadap narkoba dan para pelaku pengedar dan pengguna narkoba.

“Angka pengguna Narkotika di Aceh menempatkan posisi pada urutan ke-12 secara nasional sebagai provinsi pengguna narkoba terbanyak. Data ini hanya hanyalah puncak gunung es yang terlihat di permukaan. Jumlah tersebut bisa jadi 10 kali lipat bila dilakukan penyelidikan yang lebih mendalam untuk melihat kenyataan yang sebenarnya, ini sangat miris!,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, saat ini peredaran narkoba di Aceh secara khusus sudah memakan banyak korban jiwa akibat barang haram itu. Lebih miris lagi, korban narkoba di Aceh kebanyakan dari kalangan muda. Dengan kondisi demikian, perlu dilakukan pemutusan mata rantai peredaran narkoba di Aceh dengan cara semua elemen wajib mendukung, dan wajib menyatakan perang terhadap narkoba. Kemudian, rehabilitasi terhadap pengguna narkoba juga perlu dilakukan secara intens, guna meminimalisir korban narkoba,” sambungnya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 19/Huk/2019 tanggal 14 Februari, Aceh terdapat 5 lembaga yang memberikan pelayanan rehabilitasi atau institusi penerima wajib lapor bagi para pengguna narkoba yang tersebar di beberapa wilayah. Lima lembaga itu adalah Yayasan Pintu Hijrah, Banda Aceh, Yayasan Kayyis Ahsana Aceh, Banda Aceh, Yayasan Tabina, Lhokseumawe, Yayasan Bahri Nusantara, Aceh Tenggara.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru