DATA BMKG 10 Desember 2019

Menag Ajak Civitas Unsyiah Teladani Sifat Rasul

Menag Ajak Civitas Unsyiah Teladani Sifat Rasul

Menag Fachrul Razi menghadiri peringatan maulid di Universitas Syiah Kuala.

HABADAILY.COM—Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi mengajak civitas akademika Universitas Syiah Kuala untuk selalu meneladani sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini ia sampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H yang diselenggarakan Unsyiah di pelataran Masjid Jamik Darussalam, Banda Aceh, Minggu (17/11).

Fachrul mengatakan selama hidupnya, Rasulullah SAW telah mencontohkan sifat mulia yang dapat dijadikan suri tauladan di kehidupan. Salah satunya adalah bagaimana berperilaku baik dan menunjukkan rasa kasih sayang antarmanusia, termasuk kepada mereka yang berbeda keyakinan.

Ia mengambil contoh bagaimana sifat Rasul yang tetap lembut dan ramah kepada wanita Yahudi yang kerap menghinanya. Rasulullah tidak menaruh dendam, bahkan memuliakan wanita Yahudi itu saat ia membutuhkan pertolongan. Sikap inilah yang menurut Fachrul Razi harus banyak diterapkan di kehidupan sehari-hari. Sikap saling mengasihi dan menyayangi, terlebih lagi di Indonesia  yang memiliki kehidupan majemuk.

Ia juga menyinggung bagaimana kuatnya prinsip Rasulullah selama hidupnya. Rasul selalu berani menunjukkan kebenaran, walaupun ia kerap mengalami cemoohan dan hinaan. Prinsip ini layak diteladani oleh para pemimpin di dunia.

 “Nabi Muhammad selalu menunjukkan kebenaran dan itu sangat penting, setidaknya menangkal isu miring yang beredar,” ujar Fachrul yang pernah mengecap pendidikan di Fakultas Teknik, Unsyiah.

Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal mengatakan peringatan maulid ini dilaksanakan untuk merenungi kembali cara Rasulullah hidup, bersikap, beribadah, bahkan cara beliau bermuamalah. Semasa hidupnya, Nabi Muhammad Saw dikenal sangat jujur, bijaksana, penyayang, namun tetap tegas pada kekafiran. Sayangnya, akhlak mulia ini tidak mudah diwariskan. Bahkan saat ini, sangat sulit menemukan orang yang berakhlak mulia.

“Fakta menunjukkan, bahwa orang pintar semakin banyak, tapi orang berakhlak mulia semakin berkurang.”

Rektor juga menyinggung jika saat ini, umat muslim sering diidentikkan dengan kekerasan, terorisme, dan radikalisme. Seolah-olah, semakin dekat seseorang dengan Islam, maka semakin cenderung orang tersebut menjadi kasar dan radikal. Padahal tuntunan Alquran justru sebaliknya. Ketika seseorang semakin takwa dan dekat kepada Allah Swt, ia akan cenderung suka membantu orang lain, tidak gampang terpancing amarah, dan mudah memaafkan orang lain.

“Terlepas dari rencana pihak luar yang menempelkan prototype negatif bagi Islam, kita semua idealnya harus berusaha mempraktikkan akhlak Islam yang sesungguhnya,” ujar Rektor.

Peringatan maulid  ini, turut dimeriahkan dengan ceramah maulid dari Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara Tgk Abdul Manan. Turut hadir Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ketua Ikatan Alumni Unsyiah (IKA) Sulaiman Abda, Pangdam Iskandar Muda Jenderal TNI Teguh Arief Indratmoko, ulama dari berbagai dayah di Aceh, dan para masyarakat sekitar kampus Unsyiah.

Dalam peringatan maulid tahun ini, Unsyiah juga menyerahkan santunan bagi puluhan anak yatim. Selain itu, turut diresmikan minimarket Unsyiah Mart yang beroperasi di parkiran Masjid Jamik Darussalam.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru