DATA BMKG 13 November 2019

Pemkab Abdya Bentuk Relawan Tagana di 152 Gampong

Pemkab Abdya Bentuk Relawan Tagana di 152 Gampong

Alhudri hadiri Sosialisasi Pembentukan Relawan Tagana Gampong di 152 desa yang berlangsung di Aula Bappeda Abdya, Selasa (5/11/2019).

HABADAILY.COM—Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membentuk Relawan Tagana Gampong di 152 desa yang ada di kabupaten tersebut. Hal sebagai upaya penanggulangan bencana lebih efektif dan efesien dengan adanya tagana di tiap-tiap desa di Abdya.

Langkah ini diapresiasi Kepala Dinas Sosial  (Kadinsos) Aceh Alhudri saat menghadiri kegiatan bertema Sosialisasi Pembentukan Relawan Tagana Gampong di 152 desa yang berlangsung di Aula Bappeda Abdya, Selasa (5/11/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Abdya Muslizar MT, Kasie Pemanfaatan Logistik pada Direktorat PSKBA Kementrian Sosial RI Muhammad Delmi, Ketua DPRK Abdya Nurdianto, Dandim 0110/Abdya M Ridha Has, Kabag Ops Polres Abdya AKBP Haryono, para kepala SKPK, para camat, Ketua Tagana Aceh Rizal Dinata, Ketua Tagana Abdya Yasri, dan para ketua Tagana dari kabupaten/kota di Aceh.

“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Abdya karena telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Sahabat Tagana tingkat gampong. Ini yang pertama di Indonesia dan perdana di Provinsi Aceh. Kegiatan ini sungguh sangat berguna dan penuh manfaat yang luar biasa,” kata Alhudri.

Menurut Alhudri, Tagana merupakan salah satu wadah masyarakat yang didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan penanggulangan bencana mulai dari penilaian risiko bencana, perencanaan siaga, koordinasi, peringatan dini, mobilisasi sumber daya, manajemen darurat dan informasi, pendidikan serta pelatihan.

Karena itu, keberhasilan dalam manajemen penanggulangan bencana sangat tergantung dari kemampuan para Tagana dalam mengengola informasi. Sebab, kata Alhudri, sampai saat ini keberhasilan dari penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial adalah bagaimana memberikan informasi cepat, menganalisis informasi yang akurat dan mendistribusikan perintah sesuai kondisi di lapangan. “Semua upaya dan manajemen di atas adalah dalam rangka pengurangan risiko bencana,” katanya.

“Kami juga mengetahui bahwa Tagana Abdya hebat dan telah membuktikan dan menunjukkan dedikasi serta jiwa korsanya dalam penanggulangan bencana. Dalam bekerja penuh tanggungjawab, keiklasan tanpa ada rasa pamrih dan selalu memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat korban bencana,” sambung Alhudri.

Pada kesempatan itu, Alhudri juga mengajak kepada semua pihak untuk serta dalam kegiatan pengurangan risiko bencana melalui kearifan lokal. Alhudri berharap agar metode itu dapat dijadikan sebagai suatu konsep yang mendasar untuk mencegah, mengatasi dan meminimalisir dampak dari suatu bencana.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru