DATA BMKG 13 Desember 2019

Elemen Sipil Bahas Kemiskinan Aceh di Unsyiah

Elemen Sipil Bahas Kemiskinan Aceh di Unsyiah

Forum Akademia SuA.

HABADAILY.COM—Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengumpulkan multipihak dalam Forum Akademia Solusi untuk Aceh (SuA) yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Selasa (6/8). Forum yang diikuti para akademisi, perwakilan pemerintah provinsi/kabupaten, pengusaha, hingga tenaga ahli ini membahas upaya pengentasan kemiskinan di Aceh.

Koordinator SuA yang juga dosen Fakultas Hukum Unsyiah, Kurniawan S SH LLM mengatakan pertemuan ini muncul dari keprihatinan Unsyiah melihat kondisi masyarakat Aceh saat ini yang masih berada di garis kemiskinan. Secara nasional, angka kemiskinan di Aceh masih sangat tinggi. Padahal selama 13 tahun terakhir, Aceh telah menerima banyak dana Otsus hingga mencapai lebih Rp72 triliun. Tetapi kucuran dana ini tidak mampu mengubah kehidupan masyarakat lebih sejahtera.

“Unsyiah ingin mengambil bagian untuk berinisiatif mendudukkan pengambil kebijakan agar dapat mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk pengabdian Unsyiah kepada masyarkat. Selain itu, juga untuk mengumpulkan para pengambil kebijakan di Aceh agar bersama-sama mencari solusi pasca usai dana otsus nanti.

Rektor Unsyiah yang juga inisiator SuA, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengatakan selama ini penurunan angka kemiskinan di Aceh tidak terlalu signifikan. Menurutnya, ada kesalahan dalam pengelolaan dana otsus, termasuk juga belum menyentuhnya penyelesaian kemiskinan yang dilakukan pemerintah melalui program-programnya.

Rektor juga menganjurkan agar zakat dan wakaf di Aceh dikelola menjadi lebih produktif, karena berpotensi besar membantu masyarakat agar hidup lebih sejahtera. Ia berharap, pertemuan perdana ini dapat menghasilkan sebuah keputusan baik yang dapat memutuskan rantai kemiskinan di Aceh.

Dalam kegiatan ini juga berlangsung diskusi yang bertemakan “Optimalisasi Peran Multipihak Membangun Sinergitas dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Aceh”. Diskusi ini menghadirkan narasumber seperti Azhari SE MSi (Kepala Bappeda Aceh), Makmur Budiman SE (Ketua KADIN Aceh), Zainal Arifin Lubis SE (Kepala Bank Indonesia wilayah Aceh), Haizir Sulaiman SH MH (Direktur Bank Aceh Syariah), dan Prof Dr Humam Hamid.[]

Komentar
Baca Juga
Terbaru