DATA BMKG 28 Februari 2020
DPR Aceh

Aceh Langganan Banjir, Komisi IV: Ada yang Salah dengan DAS Kita

Aceh Langganan Banjir, Komisi IV: Ada yang Salah dengan DAS Kita

Ketua Komisi IV DPR Aceh, Tgk Anwar/Boy Nashruddin

HABADAILY.COM - Sejumlah daerah di Aceh kerap terjadi banjir dan bencana longsor. Di Aceh Utara dan Pidie, misalnya. Beberapa hari lalu, dua daerah ini dilanda banjir luapan yang disebabkan curah hujan tinggi dan tingginya debit air sehingga mengakibatkan tanggul bobol. Di sisi lain, longsor juga melanda sejumlah titik di Bener Meriah.

Bencana yang rutin terjadi tiap tahun ini diduga akibat berubahnya tata ruang wilayah, terutama berkurangnya luas hutan di Aceh. Hal ini diakui oleh Ketua Komisi IV Bidang Pembangunan dan Tata Ruang DPR Aceh, Tgk Anwar, usai memimpin rapat dengar pendapat umum Rancangan Qanun Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu 2018 di ruang utama DPR Aceh.

"Inilah yang salah dengan kondisi kita hari ini. Semua yang diberikan pada awalnya oleh Allah Swt dan diciptakan Bumi kepada kita dalam bentuk sempurna, tidak kurang apapun, tetapi karena kita diangkat sebagai khalifah di permukaan Bumi ini, kadang-kadang kita salah mengelola," kata Tgk Anwar.

Menurutnya banjir dulu dapat diprediksi kapan dan bagaimana terjadi di Aceh. Dia bahkan turut mengutip penanggalan Aceh terkait banjir.

Baca: Walhi: Aceh Darurat Bencana

"Dulu kan kita tidak pernah mendengar hujan, kecuali kalau keunong sa, kalau bahasa Aceh itu, baru pernah kita dengar banjir di Aceh. Kalau hari ini, banjir aja bukan keunong sa banjir bulan enam, pokoknya kalau ada hujan langsung banjir. Inikan ada yang salah dengan DAS kita," kata Tgk Anwar.

Dia menyebutkan bencana alam berupa banjir yang terjadi hari ini kuat dugaan disebabkan oleh ulah manusia, terutama di wilayah hilir. Sementara di wilayah hulu atau pegunungan Aceh, menurut Tgk Anwar, masih alami.

Baca: 6 Daerah Aceh Berpotensi Banjir dan Longsor, BPBD Diminta Siaga Bencana

"Yang dekat pemukiman ini, dekat-dekat manusia sebagai khalifah, ini mungkin sudah dijamah. Pepohonan yang daya serap airnya tinggi, hari ini kan sudah dijamah semua, sudah dipotong semua. Yang akhirnya dengan sebab ini tidak kita kelola dengan baik, begitu hujan turun tidak ada lagi yang mampu menampung air di atas," kata politisi Partai Aceh asal Pidie tersebut.[boy]

Komentar
Baca Juga
Terbaru