DATA BMKG 27 Oktober 2020

Ini Alasan Curee Baroh Larang Pemasangan Jaringan WIFI di Gampong

Ini Alasan Curee Baroh Larang Pemasangan Jaringan WIFI di Gampong

HABADAILY.COM - Masyarakat Curee Baroh terpaksa melarang pengunaan dan pemasangan jaringan WIFI di desanya. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya permasalahan yang ditimbulkan dengan akses internet gratis tersebut bagi anak-anak.

Keresahan ini disampaikan Keuchik Gampong Curee Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Helmiadi Mukhtaruddin. 

Kepada wartawan, Rabu (21/11/2018), Helmiadi mengakui adanya sisi positif penggunaan WIFI untuk mengakses internet. Dia mencontohkan hal positif tersebut dipergunakan untuk aparatur gampong yang mengakses berita-berita tentang desa atau pembangunan.

"Tetapi bagi anak pesantren yang masih SD atau SMP dan anak-anak dayah (banyak negatif). Kami tidak sanggup mengimbau lagi, karena penggunaan WIFI yang sudah merajalela oleh anak-anak (untuk hal-hal negatif)," ungkap Helmiadi.

Menurut Helmiadi sebelum ditertibkan, banyak warung kopi di Curee Baroh yang menyediakan akses WIFI gratis. "WIFI bukan lagi satu dua, tetapi dalam satu desa ada enam warung (penyedia WIFI gratis) yang jaraknya rapat-rapat. Itu di Gampong Curee Baroh saja," kata Helmiadi.

Dia menyebutkan, ada juga penyediaan akses internet gratis di warung-warung desa tetangga. Namun, kata Helmiadi, pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk melarang penggunaan atau pemasangan WIFI di desa tetangga.

"Ada hak pimpinan desa masing-masing, tetapi kami dalam imbauan tersebut ada membuat tembusan ke Camat, KUA Simpang Mamplam, Danramil dan Kapolsek Simpang Mamplam. Mereka sangat mendukung imbauan ini," kata Helmiadi lagi.

Dia mengatakan ada sanksi yang bakal diambil jika para penyedia jasa layanan WIFI gratis tidak mengindahkan imbauan dari aparatur gampong. Salah satunya adalah menempuh jalur hukum.

"Itu ada kami buat di dalam surat imbauan tersebut. Nanti sanksi juga akan diberikan oleh Muspika, pihak kecamatan," ujar Helmiadi lagi.

Helmiadi menjelaskan larangan penggunaan WIFI di Gampong Curee Baroh juga diterapkan setelah maraknya pencurian handphone yang dilakukan anak-anak di bawah umur. Dugaan ini diperkuat karena anak-anak tersebut mulai ketagihan menggunakan akses internet untuk hal-hal negatif, seperti bermain game dan lainnya.

"Karena WIFI kana di gampong, aneuk mit yang di bawah umu geuceumeucu teuk karena kana WIFI (Karena WIFI sudah tersedia di desa, maka anak-anak di bawah umur banyak terlibat pencurian handphone agar dapat mengakses internet melalui handphone tersebut). Kemudian anak dayah, dari rumah bilang pergi ke balai pengajian, ternyata di balai pengajian tidak ada. Saat dipantau oleh teungku pesantren ternyata anak-anak ada di tempat tersedianya WIFI," kata Helmiadi.

Sebelumnya diberitakan, Gampong Curee Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, melarang penggunaan jaringan WIFI di kawasan tersebut. Larangan ini diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan yang ditandatangani aparatur gampong setempat, tertanggal Selasa (13/11/2018) lalu.

Dalam surat yang turut ditandatangani Tuha Peut Curee Baroh, Sulaiman ZA, dan Tuha Lapan gampong setempat, tercantum dua poin krusial yang merupakan hasil keputusan rapat perangkat Gampong Curee Baroh. 

Poin pertama, "mengingat akibat yang ditimbulkan oleh jaringan WIFI yang dapat merusak generasi muda, terutama sekali anak-anak di bawah umur karena WIFI sekarang sudah sangat merajalela, maka dengan ini sesuai dengan hasil keputusan rapat semua pemilik jaringan WIFI yang ada di Gampong Curee Baroh harus di non aktifkan/dihentikan dengan segera."

Dalam surat ini juga dicantumkan poin kekhawatiran aparatur gampong terhadap peredaran narkoba seperti sabu-sabu, ganja dan sejenisnya di Curee Baroh.[boy]

Komentar
Terbaru