DATA BMKG 13 November 2019

Serunya Akhir Pekan Bersama U.S Goes to Children

Serunya Akhir Pekan Bersama U.S Goes to Children

University Student Goes to Children (U.S Goes to Children) bersama Komunitas Pesawat Kertas akan mengajari mereka Bahasa Inggris dan Komputer secara gratis di gampong tersebut. Mulai Sabtu (26/10/2019)

HABADAILY.COM -Mengajari anak-anak kampung berbahasa Inggris bukanlah perkara gampang. Namun, sekelompok mahasiswa ini memiliki trik tersendiri dalam berbagi ilmu dengan sesame di berbagai pelosok desa.
 
Akhir pekan bakal jadi lebih seru untuk anak-anak di Desa Lampermai, Aceh Besar. Pasalnya, temanteman muda dari University Student Goes to Children (U.S Goes to Children) bersama Komunitas Pesawat Kertas akan mengajari mereka Bahasa Inggris dan Komputer secara gratis di gampong tersebut. Mulai Sabtu (26/10/2019), kegiatan ini akan berjalan rutin setiap pekannya, selama setahun. Anak-anak akan melangsungkan kegiatannya pada pukul 16.30 WIB di Sekretariat Pesawat Kertas Aceh, Lampermai.

 “Terdapat 21 volunteer yang berhadir, dengan jumlah siswa sebanyak 20 pada hari ini,” kata pendiri sekaligus ketua U.S Goes to Children, Riki Muhamanda, Sabtu pekan lalu. Mengajar anak-anak desa merupakan program kerja utama dari Komunitas U.S Goes to Children untuk tahun pengajaran 2019/2020. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif, salah satunya dengan Komunitas Pesawat Kertas. Riki mengatakan, ciri khas dari program mengajar mereka adalah sistem face to face. 

“Dimana setelah sesi bermain gim dan sesi pengajaran tutor utama selesai, masing-masing anak akan mendapatkan satu volunteer/guru untuk mengajari mereka materi lebih dalam serta mempraktekkannya, jadi satu guru untuk satu anak,” ujarnya. Selain di Sekretariat Pesawat Kertas, anak-anak juga akan belajar di Sekretariat Kajhu Peduli Anak Yatim (KAPAY). Jadi, total U.S Goes to Children akan hadir dua kali sepekan.

Serunya Akhir Pekan Bersama U.S Goes to Children Mengajari anak-anak kampung berbahasa Inggris bukanlah perkara gampang. Namun, sekelompok mahasiswa ini memiliki trik tersendiri dalam berbagi ilmu dengan sesame di berbagai pelosok desa.
  
“Namun bisa jadi kita tambah desa lagi. Sekarang, sedang kami kaji tentang penambahan ini,” lanjut mahasiswa FKIP Bahasa Inggris Unsyiah ini. 

Sementara, ketua Komunitas Pesawat Kertas, Fahry Purnama sangat mengapresiasi kerjasama ini. Ia mengatakan, selama ini anak-anak SD di desa Lampermai belum diajarkan Bahasa Inggris di sekolahnya. Karenanya, ia mengajukan kolaborasi dengan U.S Goes to Children. Pihaknya memfasilitasi tempat dan keperluan lainnya. 

Kendati jaraknya jauh dari domisili para mahasiswa volunteer di Darussalam. “Namun Alhamdulillah teman-teman menyanggupi. Jadi kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” ucap Pemuda Inspiratif Banda Aceh 2018 ini.

PENGHARGAAN NASIONAL

Komunitas U.S Goes to Children pernah meraih Juara 1 Nasional Terbaik Se-Indonesia di bidang pendidikan pada ajang Indonesian Culture and Nationalism Conference (ICN), di Jakarta, April 2017 lalu. Komunitas yang telah didirikan sejak 2015 ini berfokus pada pengajaran Bahasa Inggris dan Komputer gratis setiap minggu yang dilakukan sepanjang tahun dimulai 2015 hingga sekarang.

Adapun kegiatan ini diberikan untuk peserta didik dari kalangan dhuafa, anak-anak yatim/piatu, anak-anak pemulung, anak-anak panti asuhan, anak-anak jalanan, hingga anak-anak yang pernah terkena kekerasan seksual. 

“Hingga saat ini, U.S Goes to Children telah melakukan berbagai kerja sama baik dengan desa-desa, komunitas, TPA, yayasan sosial, dan lainnya dalam mengadakan program mengajar mingguan selama satu semester ataupun satu tahun penuh,” kata Riki.

Selesai kegiatan di satu tempat, komunitasnya akan berganti lokasi. Beberapa tempat yang pernah diajak untuk berkolaborasi, di antaranya Desa Tungkop, Kuta Alam, Tanjung Selamat, TPA di Desa Lamgugob, Lampineung, Darussalam, Panti Asuhan Nirmala, Taman Edukasi Anak Pemulung Gampong Jawa, Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (Yakesma) Kajhu, dan beberapa lainnya. “Bahkan pernah ke luar provinsi, ke desa yang ada di Padang, Sumatera Barat.

” Hingga kini, total kegiatan yang mereka langsungkan sudah mencapai 217 pertemuan, kepada 462 anak, bersama 284 volunteer yang berganti-ganti setiap berakhirnya satu semester.[]

Artikel Ini Sudah Tayang di Media Cetak HD Indonesia : Edisi : 07  ( 01-15 NOVEMBER 2019 )

Komentar
Terbaru