Menyisir Jejak Benteng Penjaga Langit di Jantung Cot Ba'u, Sabang

April 27, 2026 - 22:33
Menyisir Jejak Benteng Penjaga Langit di Jantung Cot Ba'u, Sabang. (FOTO: Humaira, Duta Wisata Aceh 2025)

HABADAILY.COM - Di balik rimbunnya vegetasi Gampong Cot Ba'u, tersembunyi sebuah monumen bisu yang pernah menjadi mata bagi pertahanan udara di ujung barat Nusantara. Warga lokal mengenalnya sebagai Benteng Meteo atau Batere A, sebuah situs yang memadukan kecanggihan teknik militer masa lalu dengan panorama ketinggian yang memikat.

Saksi Bisu Strategi "Mata Angin"
Berbeda dengan benteng-benteng di pesisir Sabang yang menghadap langsung ke ombak, Benteng Meteo berdiri kokoh di area perbukitan Gampong Cot Ba'u. Dibangun pada era pendudukan Jepang (1942–1945), situs ini tidak hanya berfungsi sebagai titik artileri. Nama "Meteo" merujuk pada perannya sebagai pos pengamatan cuaca dan pemantau lalu lintas udara.

Dari titik inilah, tentara Jepang memantau pergerakan awan dan pesawat sekutu, menjadikannya elemen vital dalam rantai pertahanan yang menjaga Pelabuhan Sabang dari serangan udara.

Labirin Beton dan Estetika Lampau
Memasuki area benteng, pengunjung akan disambut oleh struktur bungker beton tebal yang seolah menolak tunduk pada waktu. Lorong-lorong gelap di dalamnya menyimpan sisa-sisa arsitektur militer yang fungsional: lubang intai yang presisi, sistem ventilasi udara yang masih bekerja dengan baik, hingga landasan meriam yang kini telah berlumut namun tetap terlihat tangguh.

Menyisir Jejak Benteng Penjaga Langit di Jantung Cot Ba'u, Sabang. (FOTO: Humaira, Duta Wisata Aceh 2025)

Bagi para pemburu visual, kontras antara warna abu-abu semen tua dengan hijau royo pepohonan di sekelilingnya menciptakan nuansa vintage yang dramatis. Saat berdiri di atas atap bungker, pandangan luas ke arah kota dan sebagian pesisir Sabang menjadi imbalan yang setimpal.

Aksesibilitas di Tengah Permukiman
Keunikan Benteng Meteo terletak pada lokasinya yang "intim" dengan kehidupan warga. Berada di Kecamatan Sukajaya, situs ini hanya berjarak sekitar 3–5 km atau kurang dari 10 menit perjalanan dari pusat kota Sabang. Akses yang mudah membuat situs ini menjadi destinasi wisata sejarah yang sangat ramah bagi pengunjung keluarga maupun pelajar.

Kini, Benteng Meteo bukan sekadar tumpukan semen peninggalan perang. Ia adalah ruang jeda bagi siapa saja yang ingin menyesap sejarah sembari menikmati embusan angin di ketinggian Gampong Cot Ba'u. Sebuah pengingat bahwa di tanah Sabang, setiap jengkal daratan memiliki cerita yang patut untuk dicatat.

Menurut Duta Wisata Aceh 2025, Humaira, lokasi benteng ini memang masih cukup tersembunyi dan masing jarang dikunjungi wisatawan luar. Oleh karena itu, peran aktif berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu menyebarkan informasi destinasi ini.

"Di sini spot fotonya sangat bagus dan tentu saja sangat menarik untuk dijadikan wisata edukasi bagi generasi mendatang," kata Humaira, Senin (27/04/2026).

Menyisir Jejak Benteng Penjaga Langit di Jantung Cot Ba'u, Sabang. (FOTO: Humaira, Duta Wisata Aceh 2025)

Rekomendasi & Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik mengunjungi tempat ini adalah saat sang surya hendak beranjak pergi. Langit menjingga, deretan pepohonan, serta sisa bangunan benteng menjadi perpaduan yang pas untuk mengabadikan momen.

"Kita tidak hanya dapat melihat sisa sejarah, tetapi juga bisa memburu foto estetis pada golden hour dengan latar belakang pemandangan Sabang dari perbukitan. Area ini juga sangat cocok dijadikan lokasi piknik bersama teman dan keluarga," tutup Humaira.

Editor: Suryadi

 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.