Cafe Keramba Pulau Klah Sabang, Siap Padukan Pesona Wisata Nemo dan Surga Memancing
HABADAILY.COM - Kota Sabang yang berada di ujung barat Indonesia seakan tak pernah kehabisan pesona untuk memanjakan para pelancong. Dalam waktu dekat, sebuah destinasi baru bernama "Cafe Keramba" yang berlokasi di kawasan Wisata Nemo, Pulau Klah, Sabang, bersiap menjadi primadona baru bagi pecinta wisata bahari di Nusantara.
Tempat yang saat ini sedang dalam tahap perampungan tersebut tidak hanya akan menjadi lokasi bersantai yang eksotis, tetapi juga dirancang khusus sebagai surga bagi para maniak pancing.
Pulau Klah, yang letaknya berdekatan dengan pesisir Gampong Krueng Raya, selama ini telah menyajikan keindahan panorama laut yang sangat menawan.
Baca Juga: Ulee Lheue Jadi Rencana Transformasi Kawasan Wisata Ikonik Banda Aceh Mengemuka
Namun, keistimewaan pulau ini bukan hanya terlihat dari permukaan airnya yang membiru. Di bawah ombaknya, air laut yang sebening kristal, hamparan terumbu karang yang masih alami, serta ekosistem bawah laut yang kaya menjadikan Pulau Klah sebagai rumah bagi spesies laut yang begitu dicintai banyak orang.
Di perairan inilah para wisatawan dapat menikmati sensasi snorkeling yang luar biasa. Pengunjung bisa menyaksikan secara langsung tarian ikan nemo yang berenang lincah di antara anemon laut yang berayun lembut terbawa arus. Keindahan visual tersebut semakin mengukuhkan kawasan ini sebagai destinasi bahari yang memikat hati.
.jpeg)
Daya tariknya pun tidak berhenti di bawah air. Pada Minggu (05/04/2026), tim jurnalis dari Habadaily.com beserta rombongan berkesempatan mengunjungi pulau tersebut dengan tujuan utama menjajal potensi memancingnya.
Akses menuju surga kecil ini terbilang sangat mudah. Untuk sampai ke Pulau Klah, rombongan hanya perlu menaiki perahu boat kecil dengan waktu tempuh singkat, yakni sekitar lima menit perjalanan dari daratan.
Setibanya di sana, tim menyempatkan diri untuk bermalam di area kafe yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, demi merasakan langsung suasana malam di lautan lepas.
Baca Juga: Ngabuburit Ala Pemancing di Bulan Ramadhan: Mancing Usai Sahur, Tradisi Unik di Banda Aceh
Aldi, salah satu perwakilan pengelola di lokasi tersebut, menjelaskan konsep Cafe Keramba yang tengah mereka kembangkan untuk memanjakan wisatawan.
"Insya Allah, bila ini rampung, maka para wisatawan yang datang ke Sabang bisa menikmati indahnya wisata nemo di Pulau Klah secara lebih menyeluruh. Bagi wisatawan yang membawa keluarga, mereka bisa duduk bersantai di kafe sambil menikmati pemandangan laut. Dan bagi para maniak mancing, mereka bisa langsung melempar kail dari lokasi kafe keramba ini," ujar Aldi.
Lebih lanjut, Aldi menjanjikan sebuah pengalaman autentik yang akan sulit dilupakan oleh pengunjung.
"Tentu wisatawan akan mendapatkan hal baru di sini. Hasil pancingan ikan dari laut lepas nantinya bisa langsung diolah dan disantap di lokasi. Sensasi inilah yang akan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan nantinya," tambahnya dengan antusias.
Kehadiran Cafe Keramba di tengah pesona Wisata Nemo ini tidak sekadar menyenangkan mata dan lidah, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.
Baca Juga: Amazing Bukit Siron Aceh Besar: Destinasi Wisata Baru yang Menantang dan Tak Terlupakan
Kawasan ini telah terbukti menjadi magnet wisata baru bagi Gampong Krueng Raya, mengundang banyak wisatawan lokal maupun luar daerah yang datang untuk mencari ketenangan sekaligus petualangan bawah air yang penuh warna.
Seorang warga Ulee Kareng, Banda Aceh, Yakop, mengaku dirinya bersama rombongan sengaja datang ke lokasi tersebut untuk menikmati indahnya wisata nemo dan sensasi memancing di tengah pulau.
"Benar-benar menjadi suasana baru. Memancing di sini langsung bisa melihat ikan, dan kita juga bisa memilih ikan apa yang mau dipancing. Suasana yang menakjubkan saat malam tiba, memancing di malam hari benar-benar seperti berada di planet lain," ujarnya.
Yakop menambahkan bahwa ia akan terus memanfaatkan hari liburnya untuk menyempatkan diri ke Sabang demi menikmati panorama Pulau Klah dan sensasi memancing tersebut.
.jpeg)
"Memancing sebenarnya bisa di mana saja, namun di lokasi ini, menjadi cara baru memancing. Saya sangat bahagia," cetusnya.
Potensi pariwisata ini terus bertumbuh dan sukses membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Dampak positifnya mulai terasa secara nyata, mulai dari peningkatan omzet penyewaan perahu, kebutuhan akan jasa pemandu wisata lokal, hingga menggeliatnya sektor kuliner laut khas daerah.
Dengan sistem pengelolaan yang berkelanjutan dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat, Pulau Klah diyakini dapat menjelma menjadi ikon wisata bahari baru di Provinsi Aceh. Hadirnya Wisata Nemo dan Cafe Keramba ini membuktikan bahwa pariwisata bukan sekadar sarana hiburan, melainkan sebuah simbol nyata bagaimana kekayaan alam bisa membawa manfaat ekonomi yang sangat luas, asalkan senantiasa dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan dengan bijak oleh kita semua.