Veda Ega dan Zulfahmi: Rider Asia di Podium MotoGP yang Menghindari Semprotan Sampanye
HABADAILY.COM – Pembalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mengamankan podium ketiga dalam balapan penuh drama pada Minggu (22/03/2026) di Sirkuit Autodromo Internacional de Goiania - Ayrton Senna, Brasil.
Keberhasilan Veda ini menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia otomotif tanah air. Ia membuktikan bahwa talenta lokal Indonesia mampu bersaing sengit dan sejajar di level kejuaraan dunia.
Kesuksesan yang diraih Veda saat ini membawa ingatan publik kembali pada sosok pembalap legendaris Malaysia, Zulfahmi Khairuddin.
Zulfahmi merupakan pionir yang mencatatkan sejarah sebagai pembalap Malaysia pertama yang berhasil meraih podium di kelas Moto3 pada tahun 2012. Selama kariernya, ia pernah membela tim ternama seperti AirAsia SIC-Ajo dan Red Bull KTM Ajo.
Zulfahmi sukses meraih juara di beberapa seri di kelas Moto3, diantaranya, Podium kedua di GP Portugal, GP Malaysia 2012 dan Podium ketiga di GP Valencia.
Setelah berkarier di Moto3 dan Kejuaraan Dunia Supersport, Zulfahmi akhirnya memutuskan pensiun dari balap setelah musim 2018.
Ada satu kesamaan menarik antara Veda Ega Pratama dan Zulfahmi Khairuddin saat merayakan kemenangan di atas podium. Sebagai pembalap Muslim, keduanya memilih untuk tidak merayakan kemenangan dengan minuman beralkohol.
Ketika pembalap lain melakukan tradisi semprotan sampanye, Veda dan Zulfahmi tetap teguh pada prinsipnya dengan menghindari seremoni tersebut.
Aksi ini menunjukkan sisi religiusitas dan integritas mereka sebagai atlet profesional di tengah hiruk-pikuk kompetisi dunia.