Jalan Desa Kulu Kuta, Kuta Blang Jadi Jalur Lintas Provinsi Rawan Kecelakaan, Warga Desak Pemerintah Aceh Segera Turun Tangan

March 18, 2026 - 22:38
Kondisi arus lalu lintas melalui jalur alternatif via Jembatan Awe Geutah. Rekayasa jalan tersebut melintasi rute Desa Cot Suwet (Kulu Kuta), Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. (FOTO: Suryadi KTB I HABADAILY.COM)

HABADAILY.COM – Pasca musibah banjir bandang yang melumpuhkan sejumlah infrastruktur di Aceh pada November 2025 lalu, akses transportasi utama Medan - Banda Aceh hingga kini masih mengalami kendala serius.

Salah satu titik paling krusial adalah Jembatan Kuta Blang di Kabupaten Bireuen yang hingga kini belum dapat dilalui secara normal.

Akibatnya, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif via Jembatan Awe Geutah. Rekayasa jalan tersebut melintasi rute Desa Cot Suwet (Kulu Kuta), Kecamatan Kuta Blang, Bireuen.

Berdasarkan pantauan Habadaily.com, di lapangan, kondisi jalan di lintasan Kulu Kuta sangat memprihatinkan. Terdapat ruas jalan sepanjang sekitar 150 meter yang sama sekali belum tersentuh aspal.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan dan warga setempat karena dianggap rawan kecelakaan.

"Kalau hujan jalanan ini sangat licin dan berbahaya. Sebaliknya, jika cuaca panas, debunya sangat pekat hingga jarak pandang hanya sekitar tiga meter," kata Bang Mis, salah seorang warga setempat, Rabu (18/03/2026).

Warga berharap Pemerintah Aceh segera turun tangan. Mengingat status jalan ini sebelumnya merupakan jalan kabupaten di bawah wewenang Pemkab Bireuen, namun kini fungsinya telah berubah menjadi jalur lintas provinsi yang vital.

Urgensi perbaikan ini semakin mendesak mengingat arus mudik Lebaran 2026 diprediksi akan mengalami lonjakan tajam. Jika dibiarkan tanpa pengaspalan, titik ini berpotensi menjadi pusat kemacetan parah dan mengancam keselamatan para pemudik.

"Kami sangat berharap Pemerintah Aceh melakukan langkah cepat. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak. Ini jalur utama sekarang," tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menantikan respon nyata dari dinas terkait untuk melakukan pengaspalan darurat demi kelancaran arus transportasi di Naggroe Aceh.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.